Gardaanimalia.com - Meskipun kita sering mendengar tentang sifat sosial para satwa liar, ternyata ada juga satwa liar yang lebih suka menyendiri, lho!
Jika lumba-lumba dikenal senang hidup berkelompok, maka penyu laut dikenal sebagai satwa soliter atau hidup menyendiri.
Dikenal sebagai satwa yang memiliki rentang hidup sangat lama, tak lantas membuat populasi penyu menjadi tinggi saat ini.
Sejak telur penyu menetas, bayi penyu sudah mulai berhadapan dengan berbagai ancaman yang menurunkan kesempatan hidup mereka. Mulai dari ancaman predator, seperti elang, hingga jerat milik manusia yang siap menjerat.
Saat ini, terdapat tujuh spesies penyu laut. Masing-masing memiliki karakteristik, habitat, hingga pola makan yang berbeda. Secara umum, penyu laut dibedakan menjadi dua kategori, yaitu penyu cangkang keras dan penyu cangkang lunak.
Termasuk dalam famili Cheloniidae, yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu pipih (Natator depressus), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea), termasuk dalam spesies penyu bercangkang keras. Sementara, penyu belimbing (Dermochelys coriacea) sebagai anggota famili Dermochelyidae termasuk dalam satu-satunya penyu bercangkang lunak.
Penyu laut termasuk dalam kategori satwa yang dilindungi berdasarkan IUCN Red List, dan Appendiks I CITES.
Di Indonesia, konservasi perlindungan penyu laut telah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 526/MEN-KP/VII/2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya, serta Permen LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
Memiliki 'Sidik Jari' dan Jago Navigasi
Bukan hanya manusia yang memiliki sidik jari berbeda antarindividu, penyu laut juga memiliki “pola sisik” yang unik, mulai dari cangkang hingga sisik di bagian kepalanya.
Seperti sidik jari pada manusia, pola sisik yang berbeda digunakan untuk menandai setiap penyu yang ada.
Penyu kerap ditemukan berenang di kedalaman hingga ke permukaan sendirian.
Mereka mengarungi samudra tanpa khawatir tersesat, sebab penyu laut memiliki sistem navigasi alami.
Mereka dapat merasakan medan magnet bumi, arah matahari, hingga tanda lainnya yang menunjukan arah tujuannya.
Seekor penyu laut dapat melakukan perjalanan jauh untuk bermigrasi dari tempatnya mencari makan hingga ke lepas pantai untuk bertelur. Seekor penyu belimbing betina diketahui telah berenang sejauh lebih dari 12.000 mil melewati cekungan samudra hingga ke lepas pantai, dari laut Papua, Indonesia menuju pantai barat laut Amerika Serikat untuk bermigrasi.
Berkat kemampuan navigasinya, tidak heran, jika penyu mampu bermigrasi jarak jauh sendirian tanpa khawatir tersesat.
Suhu Pasir dan Jenis Kelamin Bayi Penyu
Sebagai satwa soliter, penyu hanya akan berkelompok saat musim kawin tiba. Mereka akan berenang ke lepas pantai tempat mereka menetas dulu. Namun, biarpun demikian, setelah sampai lepas pantai mereka pun akan tetap menyendiri, sampai saat musim kawin tiba.
Dalam sekali bertelur, seekor penyu dapat bertelur 65 sampai 180 butir telur. Namun, di antara banyaknya telur, tidak semua dapat bertahan hidup karena berbagai faktor.
Telur yang telah dibuahi tidak dapat dipastikan jenis kelaminnya. Diketahui bahwa jenis kelamin bayi penyu laut tergantung suhu pasir tempatnya dikubur, sebagai berikut:
- Telur yang dierami dalam suhu pasir rata-rata 31°C (87,8°F) atau lebih akan menghasilkan jenis kelamin penyu betina,
- Telur yang dierami dalam suhu pasir rata-rata kurang dari 27,7°C (81,86°F) akan menghasilkan jenis kelamin penyu jantan,
- Telur yang dierami dalam suhu pasir antara 29°C (84,2°F) akan menghasilkan jenis kelamin penyu dengan rasio 1 : 1 antara betina dan jantan, meskipun angka ini dapat sedikit bervariasi antarspesies
Penyu Laut dan Kehidupan Individualnya
Dalam beberapa kasus, penyu laut dapat ditemukan secara berkelompok.
Penyu belimbing, misalnya. Sebagai penyu terbesar dengan kisaran berat 225 kilogram sampai 900 kilogram, mereka dapat hidup berkelompok saat akan “berburu” di daerah yang memiliki banyak spesies ubur-ubur besar, mengingat makanan utamanya adalah ubur-ubur.
Lain halnya dengan penyu hijau, sebagai satu-satunya penyu laut herbivora, mereka akan hidup berkelompok saat musim kawin tiba. Di samping itu, penyu hijau merupakan penyu laut yang secara teratur suka berjemur di lepas pantai.
Akan tetapi, secara umum penyu laut hidup secara soliter atau menyendiri.
Seperti manusia introver yang butuh waktu sendiri untuk mengisi energi, ternyata penyu juga suka menghabiskan waktu sendiri, ya!
Penulis: Wahyu Nur Hanifah















