Gardaanimalia.com – Hingga saat ini, masih banyak yang mengira monyet dan kera adalah satwa yang sama, padahal keduanya berbeda. Sebelum menelisik lebih jauh perbedaan keduanya, perlu diketahui bahwa primata merupakan golongan mamalia yang lebih maju, endemik, serta memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dibandingkan satwa lain.
Primata dapat hidup di berbagai tipe habitat. Tipe habitat tersebut mencerminkan corak lingkungan yang ditempati populasi primata, meliputi faktor abiotik seperti iklim, suhu, cuaca, topografi, serta faktor biotik seperti vegetasi dan pakan. Spesies primata dapat ditemukan di hutan kerangas, hutan rawa, hutan tropis, mangrove, bahkan hutan sekunder yang sudah terganggu aktivitas manusia 1.
Indonesia memiliki keanekaragaman primata yang tinggi, mencapai 59 spesies. Namun, keberadaan sebagian spesiesnya memprihatinkan. International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan banyak spesies primata Indonesia berstatus konservasi kritis, terancam, atau rentan. Sementara itu, Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) mengklasifikasikan perdagangan internasional primata Indonesia ke dalam Appendix I dan Appendix II. Appendix I berarti dilarang diperdagangkan karena terancam punah, sedangkan Appendix II boleh diperdagangkan dengan jumlah terbatas 2.
Perbedaan Kondisi Fisik
Salah satu paling mudah untuk membedakan monyet dan kera adalah dengan melihat bentuk fisiknya. Sekilas keduanya memiliki banyak kesamaan, namun jika ditelaah lebih lanjut, kondisi fisik kedua satwa tersebut berbeda.
Dilansir dari Britannica, berdasarkan kondisi fisiknya, monyet dan kera memiliki perbedaan diantaranya, keberadaan ekor. Hampir semua monyet memiliki ekor sementara kera tidak.
Lalu, berdasarkan bentuk tubuhnya, tubuh monyet lebih ramping, sementara kera lebih kekar. Umumnya monyet memiliki dada yang kecil dan sempit, sedangkan dada kera lebih besar dan lebar.
Jika dilihat dari cara berpindah tempat, monyet berjalan dan berpindah dari pohon ke pohon menggunakan empat anggota geraknya. Sementara itu, kera lebih sering berjalan menggunakan dua kaki atau berayun dengan kedua tangannya yang panjang.
Seperti yang sudah disinggung di awal, Indonesia sendiri memiliki puluhan spesies primata, yang di antaranya terdiri dari kera dan monyet. Salah satu contoh untuk memahami perbedaan keduanya bisa kita lihat dari orangutan (Pongo spp) dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).
Orangutan, yang termasuk dalam kelompok kera besar, tidak memiliki ekor dan umumnya bergerak dengan cara berayun menggunakan kedua lengannya yang panjang. Primata asal Kalimantan dan Sumatera ini juga dikenal memiliki kecerdasan tinggi serta struktur sosial yang kompleks.
Sebaliknya, monyet ekor panjang sesuai namanya memiliki ekor yang cukup panjang sebagai alat keseimbangan saat bergerak. Monyet yang tersebar luas di berbagai wilayah Asia Tenggara ini bergerak dengan keempat anggota tubuhnya dan sering dijumpai di hutan-hutan Indonesia.
Makhluk Sosial
Sama halnya dengan manusia, primata juga merupakan makhluk sosial yang dalam kehidupan sehari-harinya selalu berinteraksi satu sama lain. Kehidupan sosial monyet dan kera pun turut berbeda, perbedaan ini dapat dilihat dari jumlah anggota kelompok dan struktur sosialnya.
Kebanyakan kera hidup dalam kelompok kecil yang terdiri dari sepasang jantan dan betina dewasa beserta anak-anaknya, secara soliter, maupun berpasangan. Sementara itu, monyet sering kali hidup dalam kelompok besar dengan struktur sosial hierarki yang kaku, di mana jantan alfa memimpin dan mendominasi kelompok tersebut 3.
Membedakan monyet dan kera dapat menjadi langkah awal dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, pengenalan jenis satwa juga perlu dilakukan untuk membantu keberlangsungan suatu spesies agar tetap eksis di bumi.
Sudah tahu bedanya? Yuk, mulai kenali satwa-satwa di sekitar kita karena semakin kita mengenal mereka, semakin besar pula peran kita dalam menjaga kelestariannya!









![Kota yang Membelai dan Mengusir: Zoonosis dan Relasi Manusia–Hewan yang Berubah di Kota Besar [Bagian 1]](https://api.gardaanimalia.com/images/articles/kota-yang-membelai-dan-mengusir-zoonosis-dan-relasi-manusia-hewan-yang-berubah-di-kota-besar-bagian-1.webp)







