Edukasi

Terpotret saat Ekspedisi, Mematahkan Dugaan Punahnya Kanguru Wondiwoi

20/10/2025|Ogi Pratama
Kanguru yang sebelumnya diduga punah, berhasil ditemukan Michael Smith saat ekspedisinya di Papua. | Foto: Michael Smith, diunduh dari cbc.ca

Kanguru yang sebelumnya diduga punah, berhasil ditemukan Michael Smith saat ekspedisinya di Papua. | Foto: Michael Smith, diunduh dari cbc.ca

Gardaanimalia.com - Setelah hampir satu abad dianggap punah, spesies langka kanguru pohon wondiwoi kembali terkonfirmasi keberadaanya di hutan pegunungan Papua Barat.

Mamalia endemik yang dikenal hidup di pepohonan ini terakhir kali tercatat pada 1928 oleh ahli biologi Jerman-Australia, Ernst Mayr.

Selama hampir 90 tahun dianggap punah, ia ditemukan lagi pada 2018 oleh peneliti Inggris, Michael Smith. Smith melaporkan bahwa individu kanguru tersebut terlihat sedang bertengger di atas pohon sebelum berhasil di foto dari jarak jauh.

Temuan ini kemudian dikonfirmasi sebagai bukti visual pertama keberadaan kanguru pohon wondiwoi dalam lebih dari 90 tahun.

Mengenal Kanguru Wondiwoi

Kanguru Wondiwoi memiliki nama ilmiah Dendrolagus mayri. Ia adalah jenis kanguru pohon (tree kangaroo) endemik di Pulau Papua, tepatnya di Pegunungan Semenanjung Wondiwoi, Provinsi papua Barat.

Menurut catatan ilmiah, sebelumnya spesies ini diketahui hanya dari satu spesimen, yaitu seekor jantan, yang didokumentasikan pada tahun 1928 oleh Ernst Mayr. Spesimen tersebut kemudian dikirim ke Museum Sejarah Alam di London dan dideskripsikan sebagai spesies Dendrolagus mayri pada 1933.

Satwa langka ini termasuk kelompok marsupial atau mamalia berkantung. Secara ekologi, menempati habitat pohon daripada tanah.

Spesies kanguru pohon memiliki adaptasi khusus, seperti lengan dan cakar yang kuat untuk membawanya naik ke atas pohon dan bergerak di antara cabang pohon dengan gerakan kombinasi antara memanjat dan melompat.

Penemuan Kembali di Hutan Papua

Pada musim panas Juli 2017, sebuah tim ekspedisi yang dipimpin oleh seorang botanist amatir asal Inggris bernama Michael Smith (47) melakukan perjalanan ke pegunungan Wondiwoi, dalam upaya menjelajahi habitat tanaman (misalnya rhododendron dan anggrek) yang jarang disentuh manusia.

Lalu, ia memutuskan kembali pada tahun selanjutnya untuk menemukan kanguru pohon yang diyakini telah punah, kanguru wondiwoi.

Smith bersama tim lokal (termasuk pemandu lokal dan mahasiswa dari Universitas Papua) menaiki lereng curam, menembus vegetasi lebat dan hutan bambu.

Awalnya, pencarian nyaris tak membuahkan hasil. Sampai hari terakhir, ia dan timnya berhasil melihat satwa langka itu dan mendapatkan fotonya untuk pertama kali.

“Hari itu adalah hari terakhir dan kami melihat hewan itu tepat sebelum kami harus berkemas,” ujar Smith, dalam the Guardian.

Melansir laman National Geographic, keberadaan satwa ini berhasil dideteksi pada ketinggian sekitar 1.500–1.700 meter.

Tim melihat jejak-jejak khas yang hanya bisa muncul dari aktivitas kanguru pohon, antara lain jejak cakar di batang pohon, kotoran, serta bekas goresan khas di pohon sebagai sisa aktivitas satwa yang merambat.

"Kami juga bisa mencium jejak aroma yang ditinggalkan kanguru—semacam bau rubah," katanya.

Para ahli seperti Mark Eldridge dari Australian Museum dan Roger Martin dari James Cook University ikut dilibatkan dalam proses verifikasi identitas gambar tersebut, melihat kesesuaian warna bulu, pola, kecerahan, serta ciri khas dari specimen awal tahun 1928.

Penemuan ini bukan hanya sekadar “foto satwa langka”, tetapi sebuah konfirmasi bahwa spesies yang dianggap hilang mungkin masih bertahan dalam populasi kecil dan tersembunyi di habitat yang sangat sempit.