Gardaanimalia - Baru-baru ini, dua hewan ternak milik warga Desa Gunung Tua MS diduga diterkam oleh harimau sumatera. Interaksi negatif tersebut terjadi di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumut.
Camat Kotanopan Pangeran Hidayat menceritakan bahwa warga mengetahui kedua sapi miliknya hilang pada saat ingin memberi makan ternak.
"Kemarin, sekitar habis Jumatan (salat) kebetulan mereka mau ngangon sapi. Datang orang itu sudah enggak tampak lagi dua sapinya (di lokasi semula)," ujarnya, Sabtu (29/7/2023) dilansir dari detikSumut.
Warga pun lantas mencari keberadaan hewan ternak mereka. Alhasil, sapi ditemukan di hutan yang tak jauh dari Taman Nasional Batang Gadis (TNBG).
Pada tubuh sapi tersebut ditemukan bekas gigitan yang diduga berasal dari harimau. Di sekitar lokasi, warga juga temukan jejak satwa bernama ilmiah Panthera tigris sumatrae tersebut.
Interaksi Negatif Terjadi Lebih dari Sekali
Menurut Pangeran, interaksi negatif antara masyarakat dan harimau sudah beberapa kali terjadi. Kemunculan satwa liar pertama terjadi pada hari kedua lebaran tahun ini. "Sebenarnya sudah lama ini. Pokoknya habis dari Hari Raya Idul Fitri semalam lah, sekitar 2 atau 3 hari raya warga melihat (harimau) di Desa Gunung Tua MS ini juga," terangnya. Usai itu, pihaknya pun berupaya menghalau satwa hingga akhirnya tak muncul lagi. Terakhir, satwa kembali muncul di Desa Manambin. "Ini kan sudah sering muncul yang terakhir d Manambin, sekitar 10 hari yang lalu lah," kata Pangeran. Saat ini, pihaknya tengah menunggu petugas dari TNBG dan BKSDA untuk menghalau satwa liar. Dalam rencana, mereka akan pasang perangkap harimau sumatera di sekitar lokasi. Pangeran berharap harimau tersebut dapat kembali ke habitat alaminya. Sehingga warga bisa kembali beraktivitas dengan tenang. "Segera kembali lagi ke hutan, supaya masyarakat kita dengan tenang berusaha (bekerja)," tandasnya.Jejak Harimau Sumatera di Bengkulu
Tak hanya di Provinsi Sumut, kabar interaksi negatif juga datang dari Provinsi Bengkulu. Tepatnya di Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko.
Kabarnya, warga temukan jejak kaki harimau sumatera di Desa Gajah Makmur dan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Lubuk Talang.
Kemunculan jejak itu menandakan adanya dua ekor harimau yang berkeliaran di permukiman warga. Kemunculan satwa liar dilindungi tersebut menimbulkan keresahan warga.
Kepala Desa Gajah Makmur Gutomo menuturkan, kucing besar tersebut muncul dua hari terakhir di sekitar permukiman penduduk, dekat areal perkebunan sawit.
"Dua hari ini ada lagi jejaknya di sekitar permukiman. Sudah dua tahun ini harimau berkeliaran di sekitar desa," ungkapnya, Kamis (27/07/2023) dikutip dari Info Negeri.










