Kenali Jenis Otter yang Tidak Boleh Dipelihara di Indonesia

Kenali Jenis Otter yang Tidak Boleh Dipelihara di Indonesia
Ilustrasi berang-berang berbulu licin. Foto: Flickr/LipKee

Gardaanimalia.comOtter atau berang-berang menjadi salah satu jenis hewan eksotis yang sering dijadikan peliharaan oleh kaum milenial. Di Indonesia, ada beberapa spesies otter. Nah, tahukah kamu? Beberapa jenis otter yang hidup di Indonesia itu tergolong hewan langka, dan termasuk dalam daftar satwa dilindungi karena populasinya yang semakin sedikit dan bahkan dalam status hampir punah. Agar kamu tidak salah pelihara, kenali terlebih dahulu jenis otter yang masuk daftar langka atau terancam punah yang dilindungi oleh undang-undang.

1. Berang-berang hidung berbulu (Lutra sumatrana)

Kenali Jenis Otter yang Tidak Boleh Dipelihara di Indonesia
Berang-berang hidung berbulu. Foto: Wikipedia/Rigelus

Inilah jenis berang-berang yang sangat langka dan sulit untuk ditemukan. Mamalia semiakuatik ini sebenarnya tidak hanya hidup di Indonesia tetapi di beberapa negara lain di Asia Tenggara di antaranya Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia.

Untuk ciri fisiknya, Lutra sumatrana atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Hairy-nosed otter memiliki berat antara 5-8 kilogram. Panjang badannya sekitar 50-82 sentimeter ditambah ekornya kurang lebih 35-50 sentimeter. Jika dihitung secara keseluruhannya, panjang Berang-berang hidung berbulu kurang lebih 105-113 sentimeter.

Otter jenis ini memiliki tubuh yang ramping dan panjang. Warna tubuhnya coklat gelap pada bagian atas dan lebih terang di bagian bawah. Bagian jarinya memiliki selaput renang. Sebagai makhluk mamalia semiakuatik, berang-berang hidung berbulu biasanya hidup di rawa dan hutan rawa.

Baca juga: Samsudin: Pendongeng Satwa Berjalan Kaki Keliling Indonesia

2. Berang-berang bulu licin (Lutrogale perscipillata)

Kenali Jenis Otter yang Tidak Boleh Dipelihara di Indonesia
Berang-berang bulu licin. Foto: Flickr/LipKee

Habitat Berang-berang bulu licin tersebar di beberapa negara yakni India, Nepal, Pakistan, Bhutan, dan Bangladesh. Di Indonesia, Lutrogake perscipillata dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Binatang ini menyukai habitat berair yang cukup luas. Biasanya mereka akan tinggal di sungai berbatu besar, danau, hutan bakau, atau hutan rawa gambut.

Smooth-coated otter memiliki ukuran tubuh yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis otter lain yang hidup di Indonesia. Panjang total tubuhnya dapat mencapai 107-130 sentimeter dengan berat sekitar 7-12 kilogram. Jika diidentifikasi dari bulunya, berang-berang jenis ini memiliki rambut yang tubuh yang pendek dan lebih halus. Makanan utama berang-berang bulu licin adalah ikan. Namun, mereka kadang juga memakan kepiting, udang, katak, serangga, bahkan burung.

3. Berang-berang Eurasia (Lutra-lutra)

Kenali Jenis Otter yang Tidak Boleh Dipelihara di Indonesia
Berang-berang eurasia. Foto: Wikipedia/BernardLandgraf

Jenis otter ketiga ialah Lutra-lutra atau sering disebut sebagai berang-berang Eurasia. Berang-berang ini dapat dijumpai di Eropa, beberapa wilayah di Asia, dan Afrika bagian utara. Berat tubuhnya di kisaran 7-12 kilogram degan panjang rata-rata satu meter. Secara fisik, berang-berang eurasia betina memiliki tubuh yang lebih kecil dibandingkan yang jantan.

Lutra-lutra dikenal memiliki sungut yang cukup banyak dan kuat yang kemudian digunakan untuk membantunya mencari lokasi mangsa. Untuk warna, Berang-berang eurasia memiliki punggung berwarna coklat tua dan warna abu-abu pada tenggorokan serta perut. Makanannya ialah ikan, burung, serangga, udang, dan katak.

Jumlah otter ini sudah semakin menurun karena rusaknya habitat mereka serta perburuan yang terjadi. Di Mongolia, otter jenis ini bahkan sudah masuk kategori kritis.

Itulah tiga jenis berang-berang yang dilindungi menurut Permen LHK P106 Tahun 2018.

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Mas eko
Mas eko
9 months ago

Kalo yang di buat pertunjukan berang berang jenis apa