Kerang Kepala Kambing: Moluska Raksasa Cantik Penghuni Dasar Laut

  • Share
Gambar kerang kepala kambing, moluska raksasa. | Foto: In-Depth Images Kwajalein
Gambar kerang kepala kambing, moluska raksasa. | Foto: In-Depth Images Kwajalein

Gardaanimalia.com – Jika menelusuri daftar panjang tumbuhan dan satwa dilindungi dalam Peraturan KLHK Nomor P.106 tahun 2018, kita akan menemukan bahwa ada lima jenis moluska dilindungi di Indonesia, salah satunya adalah kerang kepala kambing.

Cassis cornuta atau kerang kepala kambing adalah salah satu jenis moluska yang memiliki ukuran cangkang terbesar.[1]https://www.gbif.org/species/165545247 Hewan bertubuh lunak dengan nama lain kerang helm ini umumnya bisa memiliki ukuran 22 sentimeter hingga dapat mencapai ukuran maksimal 36 sentimeter.[2]https://www.sealifebase.ca/summary/Cassis-cornuta.html

Kerang ini hidup di laut daerah tropis dan jarang ditemukan terlihat di habitat yang dekat dengan permukiman manusia.[3]Dolorosa, Roger G; Conales F. Segundo; Bundal, Noel, A. 2013. Status of Horned Helmet Cassis Cornuta in Tubbata Reefs Natural Park, and Its Trade In Puerto Princesa, Philiphines. Ia mendiami zona bentik dengan rentang kedalaman dua hingga tiga puluh meter.

Gambar moluska yaitu kerang kepala kambing atau biasa disebut helm bertanduk. | Foto: In-Depth Images Kwajalein
Gambar moluska yaitu kerang kepala kambing atau biasa disebut helm bertanduk. | Foto: In-Depth Images Kwajalein

Sebagian tubuh spesies siput laut besar ini biasanya bersembunyi di pasir saat ia sedang tidak aktif atau saat makan. Namun ia juga bisa ditemukan di sekitar terumbu-terumbu karang.

Persebaran satwa laut langka yang hidup berkoloni ini di antaranya adalah di Laut Merah, Samudra Hindia, lepas pantai selatan Afrika dari utara KwaZulu-Natal, dan dari Mozambik,[4]https://en.wikipedia.org/wiki/Cassis_cornuta serta di Samudra Pasifik.

Kerang kepala kambing digolongkan dalam ordo Neotaenioglossa. Sebagian besar anggota dari ordo ini merupakan hewan gonokoris, yaitu organ reproduksi antara jantan dan betina terpisah pada setiap individu.

Adapun siklus hidup kerang kepala kambing berawal dari embrio yang berkembang menjadi larva trofokor planktonik. Setelah itu, ia berkembang menjadi veliger remaja yang kemudian barulah menjadi kerang kepala kambing dewasa.

BACA JUGA:
Penobatan Kungkang Tertua di Dunia 2019

Kerang kepala kambing merupakan predator bagi bintang laut mahkota duri (Acanthaster planci). Acanthaster planci merupakan predator karang, yang jika keberadaannya dalam jumlah sangat besar, maka dapat menyebabkan kerusakan pada karang.[5]https://www.gbif.org/species/165545247[6]Dolorosa, Roger G; Conales F. Segundo; Bundal, Noel, A. 2013. Status of Horned Helmet Cassis Cornuta in Tubbata Reefs Natural Park, and Its Trade In Puerto Princesa, Philiphines.

Sebab itulah, keberadaan kerang kepala kambing menjadi sangat penting dalam menjaga kelestarian karang, serta sebagai penyeimbang ekosistem di laut. Berdasarkan perannya, maka ekploitasi terhadap moluska dilindungi ini dilarang total di Queensland, Australia, Fiji, dan mungkin di sebagian besar wilayah persebaran lainnya.[7]Dolorosa, Roger G; Conales F. Segundo; Bundal, Noel, A. 2013. Status of Horned Helmet Cassis Cornuta in Tubbata Reefs Natural Park, and Its Trade In Puerto Princesa, Philiphines.

Fakta Kerang Kepala Kambing

Gambar kerang kepala kambing. | Foto: In-Depth Images Kwajalein
Gambar kerang kepala kambing. | Foto: In-Depth Images Kwajalein

Di beberapa tempat, kerang kepala kambing sering kali menjadi hewan laut yang diburu untuk dijadikan konsumsi dengan cara memanggang daging dan cangkangnya secara tradisional.

Tidak hanya itu, cangkangnya yang cantik tak jarang dijadikan suvenir, dekorasi rumah, dan ornamen lainnya. Karena cangkang kerang yang sangat padat, berat, dan bulat, dengan warna punggung oranye pucat hingga oranye terang dengan campuran sedikit warna putih dan coklat.

Kedua faktor tersebut rasanya sudah cukup sebagai alasan untuk menjadikan manusia sebagai musuh utama Cassis cornuta.[8]https://www.gbif.org/species/165545247 Di mana ia diburu untuk dikonsumsi dan dijadikan cenderamata.

Sayangnya, informasi mengenai kerang ini masih terbatas. Spesiesnya juga belum terdaftar dalam IUCN Red List.

Bahkan, jika menuliskan kata kunci “kerang kepala kambing” di mesin pencarian Google, mirisnya yang muncul di halaman-halaman awal adalah informasi mengenai jual beli kulit kerang ini atau berita-berita penggagalan penyelundupannya.

BACA JUGA:
Badak Sumatra, Penjaga Hutan yang Hampir Punah

Salah satu sindikat perdagangan kerang kepala kambing di Indonesia yang pernah digagalkan oleh Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim pada 4 Februari 2020 lalu, disita 55 biji kerang kepala kambing, bersama ratusan kerang langka lainnya dan puluhan burung langka. Jika ditaksir, kerang dan satwa sitaan tersebut bernilai 1,5 miliar.[9]https://jatimnow.com/baca-23616-sindikat-perdagangan-hewan-langka-dilindungi-di-jawa-timur-dibongkar

Pada tahun 2015, terbit sebuah penelitian mengenai perdagangan skala besar–mencakup skala nasional dan internasional–terhadap cangkang moluska dilindungi dari Jawa-Bali.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa di Pangandaran, dari sekitar 240 dan 260 toko yang menjual barang antik laut, setidaknya 80 sampai 90 toko menjual satu jenis cangkang kerang yang dilindungi, bahkan sering kali lebih banyak.

Kerang kepala kambing merupakan salah satu satwa dilindungi yang dijual secara terbuka di lokasi tersebut. Tentu hal ini membuat kita merasa miris.

Data dari penelitian itu juga menyebutkan, terdapat 20 kasus yang berkaitan dengan perdagangan ilegal moluska laut dilindungi pada periode 2005-2013, dengan total 42.000 cangkang moluska laut langka yang disita oleh pihak berwenang.

Kita perlu mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak penegak hukum atas berhasilnya penyitaan atau penggagalan penyelundupan kerang kepala kambing yang sudah terjadi.

Namun, yang tak kalah penting dari hal tersebut adalah bagaimana upaya preventif dapat dilakukan. Misal, dengan melakukan edukasi terhadap masyarakat tentang jenis satwa yang dilindungi dan seperti apa peran pentingnya dalam keseimbangan ekosistem kita.

Sehingga hal tersebut diharapkan mampu mengurangi tingkat ketidaktahuan yang berujung pada kepunahan satwa langka dan konsekuensi hukum yang mesti ditanggung. Kita terus berharap ekosistem laut tetap lestari dan terjaga.

Referensi[+]

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments