Masuk Rumah Warga, Binturong Dievakuasi Damkar Payakumbuh

  • Share
Seekor satwa langka, binturong diserahkan oleh pemadam kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh ke BKSDA Sumatera Barat. | Foto: Istimewa/BKSDA Sumbar/Sumbar kita
Seekor satwa langka, binturong diserahkan oleh pemadam kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh ke BKSDA Sumatera Barat. | Foto: Istimewa/Sumbar kita

Gardaanimalia.com – Seekor binturong (Arctictis binturong) memasuki rumah warga di Balai Cacang, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, Kamis (18/11).

Menurut kesaksian warga, satwa langka tersebut masuk ke dalam kamar mandi. Dan saat mengetahui hal itu, warga pun segera melapor kepada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh.

Budi Kurniawan, Kabid Damkar Dinas Satpol PP Damkar Payakumbuh mengungkapkan pada waktu mendapat informasi tentang ditemukannya binturong di rumah warga, pihak Damkar pun bergegas menuju ke lokasi kejadian.

“Damkar Kota Payakumbuh melakukan evakuasi dengan SOP, setelah berhasil dievakuasi dengan dimasukkan ke dalam sangkar besi agar aman,” jelasnya, Kamis (18/11) dilansir dari Antaranews.

Binturong yang berhasil dievakuasi oleh petugas Damkar itu kemudian diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Resort Kabupaten Limapuluh Kota.

Setelah proses serah terima, satwa langka sejenis musang tersebut lalu dilakukan observasi di kantor BKSDA Sumbar Resort Limapuluh Kota.

Martias, Kepala BKSDA Sumbar Resort Limapuluh Kota menyampaikan bahwa kondisi satwa dengan bentuk tubuh dan bulu yang mirip beruang tersebut dalam keadaan sehat.

“Kondisi dari binturong ini sehat, sehingga akan kita lepas liarkan di kawasan konservasi di Kabupaten Limapuluh Kota. Sore ini (Kamis/18/11) akan kita lepas liarkan,” jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018 dan Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, binturong merupakan salah satu satwa mamalia yang dilindungi.

Sementara itu, menurut IUCN Red List, satwa berbulu abu-abu kehitam-hitaman tersebut memiliki status konservasi rentan atau vulnerable yang jumlah populasinya mengalami penurunan diperkirakan lebih dari 30% selama 18 tahun terakhir.

BACA JUGA:
Penyelundupan Ribuan Belangkas ke Malaysia Digagalkan Petugas
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments