Status Biawak Komodo Dinaikkan dari Rentan Menjadi Terancam

  • Share

 

Status Biawak Komodo Dinaikkan dari Rentan Menjadi Terancam
Biawak komodo (Varanus komodoensis). Foto: Kemenparekraf

Gardaanimalia.com – Biawak komodo (Varanus komodoensis) adalah satwa langka yang terus mengalami ancaman kepunahan di habitat aslinya. International Union for Conservation of Nature atau IUCN menetapkan komodo ke dalam daftar merahnya. IUCN bahkan menaikkan statusnya dari Vulnerable ke Endangered alias terancam. Berikut adalah alasan mengapa status komodo semakin mendekati kepunahan:

1. Perubahan Iklim

Dilansir dari detikTravel, dalam forum internasional yang diadakan oleh IUCN di Jenewa, Swiss pada beberapa waktu lalu, Andrew Terry selaku direktur konservasi di Zoological Society of London mengatakan, bahwa hewan prasejarah ini telah bergerak satu langkah lebih dekat ke kepunahan. Salah satu penyebabnya ialah perubahan iklim sangat menakutkan. IUCN mencatat dalam 45 tahun ke depan perubahan iklim akan membuat permukaan laut naik dan memperkecil habitat komodo paling tidak 30 persen dari luas habitat yang ada saat ini.

2. Ekploitasi dan Perdagangan Ilegal Biawak Komodo

Selain perubahan iklim, salah satu hal yang mengancam kelangsungan hidup biawak komodo adalah aktivitas destruktif manusia seperti eksploitasi besar-besaran di habitat asli mereka. Eksploitasi tersebut menyebabkan hilangnya sumber makanan alami mereka seperti ikan tuna ataupun jenis ikan lain.

Baca juga: Kanguru Pohon Mantel Emas yang Kian Terancam

Perdagangan ilegal juga turut berkontribusi atas ancaman kepunahan yang menimpa komodo. Seperti yang terjadi pada tahun 2019 silam, 41 biawak komodo dijual ke luar negeri dengan harga fantastis hingga 500 juta rupiah per ekor. Kejadian tersebut adalah satu kasus yang berhasil diungkap oleh Disretkrimsus Polda Jawa Timur dan belum termasuk perdagangan ilegal yang berhasil lolos.

3. Pembangunan Infrastruktur

Biawak komodo adalah satwa endemik yang hanya dapat dijumpai di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kini pemerintah berusaha membangun insfrastruktur Taman Nasional Komodo dengan alasan peningkatan kualitas pariwisata. Namun, hal ini terus menuai pro dan kontra.

Beberapa waktu yang UNESCO juga telah mengirimi surat peringatan kepada pemerintah Indonesia untuk menghentikan proyek ini sampaipemerintah menyerahkan revisi Analisis Dampak Lingkungan yang ditinjau oleh IUCN. Permintaan tersebut tercatat pada dokumen bertajuk Konvensi tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia bernomor WHC/21/44.COM/7B.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments