Edukasi

Unik! Komodo Betina Dapat Bereproduksi Tanpa Satwa Jantan

23/08/2021|Arifa Radhiyya
Komodo betina dapat bereproduksi secara aseksual Foto Hotel KaesongWikimedia Commons - Unik Komodo Betina Dapat Bereprodu...

Komodo betina dapat bereproduksi secara aseksual. | Foto: Hotel Kaesong/Wikimedia Commons

Gardaanimalia.com - Sistem reproduksi merupakan pengetahuan yang sudah cukup umum diketahui sebagian orang tetapi apakah kamu ada yang unik pada reproduksi komodo

Pada dasarnya, sistem reproduksi terbagi menjadi dua, yaitu sistem reproduksi seksual dan aseksual. Manusia tentu sudah tidak asing lagi dengan hewan yang bereproduksi seksual karena umumnya hewan-hewan dengan jenis ini banyak dijumpai di sekitar kita. 

Berbeda dengan sistem reproduksi aseksual di mana tidak semua orang familiar dengan istilah ini dan bagaimana sistem ini berlangsung. Ada banyak macam dari jenis reproduksi aseksual, salah satunya adalah partenogenesis. Ini merupakan perkembangan embrio tanpa adanya pembuahan oleh pejantan. Hewan yang dapat bereproduksi dengan partenogenesis salah satunya ialah komodo (Varanus komodoensis)

Jika pada manusia, seorang pria dapat memiliki dua kromosom yang berbeda yaitu kromosom seks laki-laki dan kromosom seks perempuan. Sedangkan pada satwa langka ini, betinalah yang memiliki kedua kromosom seks tersebut (kromosom jantan dan betina). Dengan kromosom yang dimilikinya, seekor betina tidak hanya bereproduksi dengan cara perkawinan seksual saja untuk memperoleh keturunan tetapi dapat juga bereproduksi secara virgin birth atau kelahiran perawan. 

Partenogenesis pada biawak besar memang belum umum terjadi tetapi ditemukan fakta bahwa peristiwa partenogenesis pernah terjadi. Dilansir dari Kompas.com, pada September 2019 terdapat tiga bayi komodo jantan berasal dari hasil pembuahan tanpa melibatkan satwa jantan di Kebun Binatang Chattanooga, Tennessee, Amerika Serikat.1

Selain itu, pada tahun 2006 di Kebun Binatang Chester, Inggris, seekor komodo betina berhasil mengeluarkan 11 telur, dan tujuh diantaranya berhasil menetas. Telur-telur tersebut dapat dipastikan berasal dari pembuahan partenogenesis, terbukti dari hasil dari tes genetika yang dilakukan hanya ada DNA dari induk betinanya saja.2

Partenogenesis dapat terjadi pada kondisi tertentu saja, seperti saat komodo betina berada di wilayah tanpa komodo jantan. Sejauh ini dari proses reproduksi partenogenesis selalu menghasilkan komodo jantan, sedangkan telur-telur yang berisi bakal komodo betina tidak dapat bertahan hingga menetas.


1 https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/10/081400023/langka-tiga-bayi-komodo-di-as-lahir-tanpa-melibatkan-perkawinan
2 https://news.kompas.com/read/2008/02/08/15334464/dua-ekor-komodo-lahir-dari-induk-perawan