Masuk Perkebunan, Kawanan Gajah Digiring Keluar

  • Share
Peristiwa konflik gajah liar di Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, mengakibatkan kebun dan gubuk milik petani mengalami kerusakan, Jumat (17/6). | Foto: Dok. CRU Cot Girek
Peristiwa konflik gajah liar di Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, mengakibatkan kebun dan gubuk milik petani mengalami kerusakan, Jumat (17/6). | Foto: Dok. CRU Cot Girek

Gardaanimalia.com – Tim Conservation Response Unit (CRU) Cot Girek dan masyarakat telah melakukan penghalauan sekelompok gajah liar di wilayah perkebunan pada Jumat (17/6) lalu.

Penghalauan tersebut dilakukan dengan menggunakan petasan yang dilepaskan ke udara untuk menggiring kawanan gajah keluar dari areal kebun yang terletak di Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Pasalnya, sekawanan satwa liar itu diketahui telah mengobrak-abrik empat gubuk dan sekitar delapan hektare kebun milik petani.

Sehingga sejumlah gubuk milik warga yang berkebun di Dusun Alue Buloh tersebut mengalami kerusakan akibat dirobohkan oleh kawanan gajah liar.

Kepala CRU Aceh Utara, Zaikyatuddin Syah menyebut, bahwa diperkirakan ada delapan individu satwa liar dan satu yang masih anakan masuk ke dalam kawasan perkebunan.

“Ada sekitar delapan gajah dan satu bayi gajah yang terlihat masuk kawasan perkebunan milik petani. Mereka terpantau merusak gubuk, dan mengobrak-abrik tanaman petani,” jelas Zaikyatuddin Syah kepada Serambinews, Senin (27/6).

Dalam penuturannya, satwa liar tersebut mulai masuk kawasan pedalaman Aceh Utara pada Kamis (16/6). Hal itu diketahui melalui sisa-sisa kotoran dan jejak yang ditinggalkan oleh kawanan satwa endemik Pulau Andalas tersebut.

“Setelah berjalan menyusuri sisa-sisa kotoran dan jejak maupun jalur yang dilintasi kawanan gajah liar hingga titik kumpul, diketahui satwa itu sejak Kamis dan Sabtu sore mulai masuk perbatasan antara kebun masyarakat dengan hutan,” ujarnya.

Upaya penggiringan sendiri dilakukan hingga Sabtu (18/6) sore lalu, kata Zaikyatuddin, di mana pihaknya turut dibantu oleh Babinsa Koramil Cot Girek Kodim 0103/Aut dan sejumlah masyarakat, serta petani.

Saat ingin melakukan penghalauan, tim terlebih dahulu mencari tahu keberadaan kawanan satwa liar tersebut agar dapat mengantisipasi kesalahan dalam proses penggiringan.

BACA JUGA:
Perdagangan Ilegal Berhasil Digagalkan, Mulai dari Buaya hingga Ular Sanca

“Kita perhatikan dulu di mana keberadaan gajah dan titik kumpulnya, supaya tidak salah cara saat dilakukan penggiringan,” ungkap Zaikyatuddin.

Hal itu dikarenakan tim belum mengetahui secara detail terkait posisi satwa. “Kita tidak tahu persis apakah kawanan gajah itu berpencar atau berkumpul. Karena masih dalam pemantauan oleh tim CRU Cot Girek,” tandasnya.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments