Berita  

Miris, Buaya Muara Dibunuh Lantaran Masuk Rumah Warga

Seekor buaya muara diketahui keluar dari sungai dan masuk rumah warga di Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan. | Ismail Sangaji/iNews
Seekor buaya muara diketahui keluar dari sungai dan masuk rumah warga di Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan. | Foto: Ismail Sangaji/iNews

Gardaanimalia.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Maluku ingatkan masyarakat sekitar untuk melapor pada Tim Penyelamat terkait penanganan satwa liar, termasuk buaya muara di Provinsi Maluku serta Maluku Utara.

Hal itu disampaikan Seto Purwanto, Humas BKSDA Maluku lantaran ada sebuah insiden seekor buaya muara (Crocodylus porosus) yang mati akibat konflik dengan warga di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Sebelumnya, diketahui di Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, seekor buaya muara sepanjang 3 meter masuk ke kediaman warga.

Dalam sebuah video viral tersebut, satwa dilindungi yang diperkirakan berusia dewasa itu kemudian diangkut dengan mobil pick up dan dieksekusi oleh masyarakat setempat menggunakan parang.

Warga yang tidak melaporkan penemuan buaya muara tersebut pun akhirnya melakukan penanganan konflik yang kurang tepat sehingga berakhir dengan kematian satwa.

Atas insiden itu, Seto Purwanto pun melakukan imbauan kepada masyarakat agar menginformasikan kepada petugas terkait apabila menemukan satwa liar yang masuk permukiman.

“Diharapkan untuk masyarakat jika ada kejadian seperti ini lagi agar melaporkan kepada petugas terdekat untuk proses rescue dan penyelamatan, serta diharapkan meningkatkan kewaspadaan jika melakukan aktivitas di sekitar sungai atau muara,” terangnya, Senin (21/2).

Ia juga menyebut kontak BKSDA Maluku yang bisa dihubungi oleh warga saat ingin meminta bantuan dalam hal penanganan satwa liar yaitu 085244440772.

Kontak itu, lanjutnya, telah terhubung dengan Tim Penyelamat yang mana mereka akan datang ke lokasi untuk mengamankan, melakukan sosialisasi, serta merelokasi satwa bila diperlukan.

“Hubungi nomor call center BKSDA Maluku biar nanti kita teruskan ke teman-teman di wilayah Maluku Utara,” paparnya.

Maluku Utara telah memiliki Tim Penyelamat sendiri yang tepatnya berada di Ternate. Sedangkan untuk penanganan awal di luar Ternate, masyarakat bisa menghubungi BKSDA Resort Bacan Obi terlebih dahulu sembari menunggu tim dari Ternate.

BACA JUGA:
Legal, 4 Satwa Langka Milik Bupati Langkat akan Dikembalikan
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments