Menjarah
Menjarah
Menjarah
Berita

Monyet Peliharaan Berkonflik dengan Ibu dan Bayi 10 Bulan

1430
×

Monyet Peliharaan Berkonflik dengan Ibu dan Bayi 10 Bulan

Share this article
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) peliharan yang berkonflik dengan ibu dan bayi berumur 10 bulan. | Foto: BKSDA Sumbar/Instagram
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) peliharan yang berkonflik dengan ibu dan bayi berumur 10 bulan. | Foto: BKSDA Sumbar/Instagram

Gardaanimalia.com – Seekor monyet ekor panjang peliharaan warga bersikap agresif terhadap ibu dan bayi berumur 10 bulan di Kota Padang, Sumatra Barat.

Hal ini diketahui usai warga laporkan kejadian kepada call center Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat, Kamis (15/6/2023) bulan lalu.

pariwara
usap untuk melanjutkan

Merespons laporan, BKSDA Sumbar segera terjunkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi di daerah Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono jelaskan, tim didampingi ketua RT setempat lakukan sosialisasi kepada pemilik monyet dan warga sekitar.

“Bahwa monyet ekor panjang adalah satwa liar yang seharusnya hidup bebas,” tulis Ardi, pada Minggu (2/7/2023).

Diterangkan bahwa bagaimana pun, satwa dengan nama ilmiah Macaca fascicularis itu memiliki sifat liar yang dapat membahayakan manusia.

“Monyet jantan sangat tertarik dengan hormon wanita. Utamanya yang sedang hamil dan menyusui,” lanjut Ardi.

Selain itu, hewan yang kerap disebut monpai itu juga berpotensi menyebarkan penyakit yang dapat merugikan manusia. Hal ini disebut zoonosis.

Setelah dikunjungi tim WRU, pemilik satwa menandatangani pernyataan kesediaan bertanggung jawab sepenuhnya kepada korban.

Pemilik juga bersedia melepaskan peliharaannya, yaitu Macaca fascicularis ke Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Pengecekan kesehatan yang dilakukan oleh tim tunjukkan bahwa primata itu bebas rabies. Hewan itu juga tidak perlu melalui proses rehabilitasi berdasarkan observasi keliaran dan pemahaman pakan satwa.

Atas peristiwa ini, Ardi pun meminta supaya kesadaran masyarakat terhadap penyelamatan satwa liar semakin tinggi.

“Berharap (masyarakat) menyadari potensi bahaya yang dapat muncul akibat perilaku satwa liar di tengah permukiman. Termasuk makin tingginya kasus rabies beberapa waktu terakhir ini,” tutup Ardi.

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments