Orangutan Tapanuli Terjebak di Perkebunan Masyarakat Dengan Tubuh Lemas dan Luka-luka

  • Share
Orangutan Tapanuli Terjebak di Perkebunan Masyarakat Dengan Tubuh Lemas dan Luka-luka
Seekor Orangutan tapanuli diselamatkan tim gabungan BKSDA Sumut dan HOCRU Orangutan Information Center setelah diketahui terjebak di atas pohon aren perkebunan masyarakat. Foto : OIC – HOCRU

Gardaanimalia.com – Satu individu Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), terjebak di perkebunan masyarakat di Desa Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Jumat, 19 September 2019.

Primata berukuran besar ini ditemukan terjebak di pohon aren dengan keadaan lemas. Sehari sebelumnya, satwa ini hanya bergerak dari satu pohon durian ke pohon petai, kemudian menyeberang ke pohon aren dan diam disitu hingga semalaman.

Menurut sejumlah warga yang menyaksikan nya, kondisi orangutan tapanuli ini seperti tidak sehat. Dia lebih banyak memejamkan matanya tanpa mengunyah apapun.

Balai Konservasi Sumberdaya Alam Wilayah III Padang Sidempuan yang mendapat informasi tersebut dari masyarakat, langsung terjun ke lokasi. Dibantu oleh tim Human Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) – Orangutan Information Center (OIC) untuk melakukan penyelamatan terhadap Orangutan tersebut.

Menggunakan bius dan jaring pengaman, Orangutan tapanuli ini akhirnya berhasil di selamatkan dari atas pohon.

Tim medis yang sudah berada di lokasi, langsung memeriksa kondisi kesehatan satwa terancam punah ini. Dokter hewan tim HOCRU, Jenny Adawiyah menyatakan dari pemeriksaan awal kondisi orangutan tapanuli ini begitu mengkhawatirkan.

“Saat dilakukan pemeriksaan medis, ditemukan luka-luka di beberapa tempat diduga karena senjata tajam,” ujarnya.

Jenny menjelaskan lebih jauh bahwa terdapat luka terbuka di daerah frontal (tulang dahi) dan pangkal lengan bagian bawah (axilla), pada bagian tulang cranium (kepala) bagian belakang, serta bagian punggung.

“Kondisi tubuh orangutan juga sangat kurus, yang diindikasikan dari tulang costae (rusuk) yang terlihat.” terangnya.

Orangutan Tapanuli Terjebak di Perkebunan Masyarakat Dengan Tubuh Lemas dan Luka-luka
Kondisi Orangutan yang lemas juga terdapat beberapa luka terbuka di tubuhnya diduga karena senjata tajam. Foto : OIC – HOCRU

Ketika dikonfirmasi mengenai adanya penyelamatan Orangutan Desa Aek Batang Paya, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi membenarkan kejadian tersebut.

BACA JUGA:
Sempat Dilempari Batu, BBKSDA Sumut Akhirnya Berhasil Sita Orangutan

“Dari identifikasi awal, diketahui bahwa Orangutan Tapanuli ini berjenis kelamin jantan, diperkirakan berumur 30 tahun dengan berat kurang lebih 45 kg,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan melihat kondisi orangutan seperti tersebut di atas, maka orangutan tapanuli ini segera di bawa ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Sumatera di Batu Mbelin, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara untuk mendapat perawatan lebih lanjut secara intensif.

“Jika dilihat kebun dimana orangutan tersebut ditemukan merupakan kebun aren, sehingga ada kemungkinan satwa ini juga mengalami malnutrisi,” jelas Hotmauli.

Dirinya menyatakan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh BBKSDA Sumut adalah memonitor Orangutan tapanuli tersebut selama mendapatkan perawatan intensif di Batu Mbelin, Sibolangit. Harapannya, jika satwa ini sembuh bisa segera dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di alam, yakni Ekosistem Batang Toru, dengan catatan apabila dinyatakan layak oleh tim medis.

Menurut data dari BBKSDA Sumatera Utara, Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan tahun 2019-2029 menyebutkan bahwa Orangutan tapanuli merupakan spesies kera besar yang hanya ditemukan di hutan Tapanuli, termasuk dalam wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara.

Sebagian besar populasi orangutan Tapanuli tersebar di Blok Batang Toru Barat dan Batang Toru Timur, serta terdapat beberapa populasi kecil yang ditemukan di Cagar Alam Sipirok, Lubuk Raya dan Sibual-buali.

Data dari Literasi dan Pengembangan (LITBANG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, hasil penelitian yang dilakukan bahwa populasi Orangutan tapanuli di wilayah Batang Toru Barat saat ini berjumlah sekitar 400 – 600 individu. Termasuk Cagar Alam (CA) Lubuk Raya dan CA Sibualibuali yang terpisah dari wilayah Blok Barat, diperkirakan populasinya kurang dari 50 individu. Sedangkan Batang Toru Timur berjumlah sekitar 150 – 160 individu. Lebih lanjut bahwa populasi orangutan tapanuli di batang toru adalah 577-760 individu, Batang Toru Barat 400-600 individu, Batang Toru Timur 150-160 individu.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments