Rusaknya Habitat Satwa Liar Meningkatkan Penyebaran Virus Corona

Rusaknya Habitat Satwa Liar Meningkatkan Penyebaran Virus Corona
Kerusakan habitat menyebabkan tingginya perburuan kelelawar. Hal tersebut dapat meningkatkan resiko penyebaran virus berbahaya, seperti virus covid19. Foto : Pixabay/Salmar

Gardaanimalia.com – Kerusakan habitat satwa liar memicu penyebaran virus berbahaya, seperti virus corona yang diduga kuat berasal dari kelelawar.

Pembukaan lahan hutan dapat membuka akses manusia lebih dekat dengan satwa liar, sehingga meningkatkan penyebaran virus secara zoonosis, yaitu melalui satwa ke manusia.

Mudahnya akses manusia menuju hutan meningkatkan kegiatan perburuan dan perdagangan satwa liar, kemudian satwa-satwa liar dikirim ke pasar-pasar di perkotaan, sehingga dapat mengancam kehidupan manusia meski jauh dari hutan.

Hal itu terjadi dengan virus SARS-CoV2 penyebab COVID-19, yang dipercaya menyebar pertama kali di Pasar hewan Wuhan, China sebuah tempat yang menjual berbagai jenis daging satwa liar untuk dikonsumsi.

Penulis buku Spillover: Animal Infections and the Next Pandemic, David Quammen dalam tulisannya di New York Times mengatakan Bahwa hutan tropis menampung begitu banyak jenis satwa dan tumbuhan yang berpotensi menyimpan banyak virus baru.

“Kita tebang pohon, kita bunuh satwa atau tangkap mereka dan mengirimnya ke pasar. Kita mengganggu ekosistem, dan memisahkan virus dari inang alami mereka. Ketika itu terjadi, virus-virus itu membutuhkan inang baru. Seringkali, inang itu adalah kita (manusia),” tulisnya.

Menurutnya, keadaan perdagangan satwa liar untuk makanan saat ini, dengan rantai pasokan membentang dari Asia, Afrika hingga Amerika Serikat, dapat meningkatkan potensi penyebaran virus.

“Perdagangan itu sekarang telah dilarang di Tiongkok, untuk sementara waktu, tetapi dilarang juga selama SARS, kemudian kembali diizinkan untuk dibuka, dan wabah kembali terjadi. Ini yang harus dihentikan,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Ahli Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat, Veteriner, dan Karantina Hewan, drh. Tri Satya Putri Naipospos, Mphil, PhD. tentang kaitan antara kerusakan biodiversitas dan penyebaran COVID-19.

BACA JUGA:
Pemerintah Diminta Tegas untuk Tutup Pasar Satwa Liar

“Peristiwa seperti Covid-19 ini dapat terjadi apabila manusia berburu satwa liar atau merusak habitatnya, sehingga virus dan patogen lainnya melompat antar spesies.” Ujarnya dikutip dari Kompas.com

Menurutnya penyebaran COVID-19 dapat terjadi karena adanya gangguan manusia pada hutan seperti penebangan hutan, penambangan, pembangunan jalan di lokasi terpencil, perburuan dan perdagangan satwa liar.

“Para peneliti meyakini Covid-19 dianggap dipicu dari kerusakan biodiversitas ini terjadi. Bukan satwa liar yang harus dimusnahkan, tapi manusialah yang harus menjaga keseimbangan alam,” tegasnya

Upaya menjaga kesimbangan alam dan kelestarian habitat satwa liar dapat mengurangi potensi penyebaran virus zoonosis di masa mendatang.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments