Berita  

Tewasnya Warga Diduga Konflik dengan Buaya

Seekor buaya yang diduga menerkam Akiong akhirnya ditangkap warga. | Foto: Wowbabel
Seekor buaya yang diduga menerkam Akiong akhirnya ditangkap warga. | Foto: Wowbabel

Gardaanimalia.com – Konflik manusia dan buaya kembali terjadi di Kepulauan Bangka Belitung. Konflik di akhir November 2022 ini menimpa Hengki alias Akiong (33).

Seorang warga Desa Sampan, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka tersebut ditemukan tewas dalam keadaan tubuh yang tak utuh. Kedua lengan dan kaki kanannya hilang, sementara perutnya robek.

Korban diduga diterkam buaya pada Senin (22/11), tak jauh dari perkebunan sawit milik PT GML di Dusun Pohin, Desa Air Duren, Kecamatan Pemali.

“Buaya yang menerkam korban ini ada tiga ekor, yang tertangkap itu buaya paling kecil ukuran hampir empat meter, jenis kelamin betina,” jelas Camat Pemali, Sukma Aditya.

Jadi, ucap Sukma, masih ada dua ekor buaya ukuran lebih besar lagi yang belum tertangkap dan masih berada di kolong tersebut.

Musim Kawin, Buaya Jadi Lebih Agresif

Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Eksitu Wilayah XVII BKSDA Sumatra Selatan, Ahmad Fadhli menjelaskan terkait perilaku satwa liar tersebut.

Dia mengungkapkan, mulai Novembar 2022 hingga Febuari 2023 mendatang merupakan musim kawin reptil sehingga buaya menjadi lebih agresif.

“Menurut kami seperti itu, tapi perlu dikaji secara ilmiah oleh akademisi, tingkah laku buaya lebih agresif ketika melihat ada aktivitas di habitatnya,” jelasnya, Kamis (24/11).

Ia juga menuturkan faktor lain yang bisa menjadi pemicu adalah rusaknya habitat buaya sehingga memicu satwa itu lebih agresif.

Kronologis Ditemukannya Jenazah Akiong

Pencarian Akiong di kolong eks pertambangan timah oleh tim BKSDA dan masyarakat setempat. | Foto: Tribunnews Bangka
Pencarian Akiong di kolong eks pertambangan timah oleh tim BKSDA dan masyarakat setempat. | Foto: Tribunnews Bangka

Pada Kamis (24/11) pukul 01.16 WIB dini hari, tim SAR yang tengah melakukakan penyisiran menggunakan rubber boat mendapati sesosok tubuh manusia yang diduga Akiong.

Kawasan rawa tersebut diketahui merupakan area yang ditempati tiga ekor buaya liar yang diduga berkonflik dengan Akiong.

BACA JUGA:
Warga Temukan Tapir Terluka Berkeliaran di Kebun Karet

Tim SAR gabungan yang terdiri dari SAR Pangkalpinang, Kepolisian, dan Koramil Sungaliat, BPBD Kabupaten Bangka serta masyarakat sekitar ingin melakukan evakuasi.

Namun, tim tak dapat langsung mengevakuasi jasad Akiong. Pasalnya, jasad Akiong dijaga oleh seekor buaya betina berukuran sekitar empat meter.

Guna meminimalisir konflik dengan buaya yang berada di sekitar tubuh Akiong serta untuk mempermudah proses evakuasi, tim meminta bantuan dari pawang buaya.

Alhasil, jasad Akiong dapat dievakuasi dan dibawa ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat. Tujuannya untuk divisum, ucap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka.

Sebelumya, ia menerima informasi orang hilang dari pihak keluarga korban pada Selasa (22/11).

“Menurut keterangan dari pihak keluarga pada Senin (21/11/2022) sekira pukul 07.00 WIB, korban pergi ke kebun dan pada sore harinya korban pergi memancing ikan”.

Akan tetapi, korban tak kunjung pulang. “Seharusnya pukul 18.00 WIB, korban biasanya sudah kembali ke rumah,” ujar I Made.

Istri korban berkali-kali menghubungi telepon genggam korban. Namun, tidak ada jawaban. Lalu, Selasa (22/11) pukul 7.00 WIB keluarga korban berupaya melakukan pencarian.

Setelahnya, pada pukul 13.00 WIB ditemukan sandal, telepon genggam, serta kunci motor milik korban di pinggir kolong bekas pertambangan timah. Tetapi tidak ditemukan Akiong di lokasi tersebut.

“Melihat barang-barang tersebut, pihak keluarga langsung melaporkan kepada kami untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ucapnya.

Merespon laporan itu, pihaknya pun membuka Operasi SAR Gabungan dan berangkat pukul 14.27 WIB pada Selasa (22/11) guna melakukan pencarian.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments