Berita  

BKSDA Maluku akan Lepaskan Puluhan Burung Nuri di Pulau Buru

Ilustrasi burung nuri maluku (Eos bornea). | Foto: Phillip Edwards/eBird
Ilustrasi burung nuri maluku (Eos bornea). | Foto: Phillip Edwards/eBird

Gardaanimalia.com – Sebanyak 32 burung nuri hasil sitaan Polda Maluku akan dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BSKDA) Maluku di Suaka Alam Gunung Masbait di bagian timur Pulau Buru.

Danny Hendry Pattipeilohy, Kepala BKSDA Maluku mengatakan, 32 satwa langka itu direncanakan untuk dikembalikan ke habitat aslinya pada Rabu (30/3) di Pulau Buru.

Saat ini, tuturnya pada Rabu (23/3), semua burung nuri maluku dengan nama ilmiah Eos bornea tersebut tengah berada di kandang transit BKSDA Maluku yang terletak di Passo.

“Proses karantina dan rehabilitasi serta pemeriksaan kesehatan dilakukan karena menurut pengamatan petugas terdapat beberapa dari burung tersebut yang sakit, dengan sayap yang terluka banyak, akibat dari proses penangkapan dan pengangkutan di kapal,” ungkapnya.

Sebelum ini, Polda Maluku pada Rabu (16/3) telah menyita 32 burung nuri maluku dari Kapal Elizabeth II yang baru bersandar di Pelabuhan Slamet Riadi, Ambon.

Kemudian, pihak kepolisian menyerahkan 32 burung dilindungi itu kepada BKSDA Maluku pada Kamis (17/3). Selain mengamankan burung, polisi juga memeriksa pemilik satwa tersebut.

Nuri maluku termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Sementara, status konservasi nuri maluku menurut lembaga internasional untuk konservasi alam atau International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, masuk dalam kategori dengan risiko rendah (Least concern).

Satwa yang juga dikenal dengan nuri merah muluku ini memiliki ukuran sedang dengan panjang tubuh 28-31 cm dan berat 170-300 gram.

Nyaris seluruh tubuhnya ditutupi dengan bulu berwarna merah. Sebagian bulu penutup sayap dan bulu di bagian tungging berwarna biru terang terlihat yang mencolok, dan bulu sayap primer berwarna hitam.

BACA JUGA:
68 Satwa Dilindungi Dilepasliarkan di SA Nief

Sementara ekor nuri maluku memiliki warna merah kecokelatan. Burung muda (juvenil) memiliki warna bulu lebh kusam dengan iris mata dan paruh berwarna kecokelatan.

Satwa endemik Indonesia ini memiliki sebaran di Maluku bagian selatan, yang terbagi menjadi dua ras, yaitu Eos bornea bornea (Linnaeus, 1758) dan Eos bornea cyanonotha (Vieillot, 1818).

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments