Berita  

BKSDA Sumbar Resor Agam Catat 6 Konflik Satwa di Awal Tahun 2021

BKSDA Sumbar Resor Agam Catat 6 Konflik Satwa di Awal Tahun 2021
Pemasangan perangkap beruang madu. Foto: Padang Kita

Gardaanimalia.com – Selama tiga bulan pertama tahun 2021, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Resor Agam sudah melaporkan sebanyak enam konflik satwa dengan manusia. Ade Putra, Kepala Resor KSDA Agam, memaparkan satwa yang terlibat dalam konflik tersebut antara lain harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), buaya muara (Crocodylus porosus), dan beruang madu (Helarctos malayanus).

Konflik yang terjadi menimbulkan korban. Seorang warga meninggal dunia karena diserang oleh buaya muara. Konflik ini terjadi di Sungai Batang Masang yang berada di daerah Muaro Putih, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam.

“Nasrial (50) dimangsa buaya muara saat mencari rumput untuk ternaknya di pinggir sungai,” ungkap Ade.

Konflik yang menelan korban jiwa ini terjadi pada pertengahan bulan Februari silam tepatnya pada hari Kamis (11/2/2021). Selain itu, Ade juga menjelaskan konflik lain yang di beberapa lokasi yang berbeda.

Baca juga: Dukung Penegak Hukum Tindak Tegas Pelaku Kejahatan Satwa Liar

Menurut catatan BKSDA Sumbar Resor Agam, konflik harimau sumatera terjadi di daerah Cubadak Lilik, Kecamatan Matur. Selain itu, ada pula konflik beruang madu di Kelok 43, Kecamatan Matur. Beberapa konflik tersebut mengakibatkan matinya ternak warga. Ada kambing dan kerbau yang dimangsa oleh satwa liar.

Agar konflik antara satwa dan manusia tidak bertambah, pihak BKSDA mengimbau warga untuk tidak menggembalakan ternak di pinggir hutan. Warga diimbau untuk mengandangkan ternaknya agar tidak mengundang satwa liar dan warga juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sungai.

“Ini kita lakukan agar ternak tidak diserang satwa liar,” imbuhnya.

Jika melihat catatan konflik pada tahun 2020 dan 2019, jumlah konflik satwa dan manusia di awal tahun 2021 ini cukup tinggi. Sepanjang tahun 2019, BKSDA Sumbar Resor Agam mencatat 11 kasus sedangkan sepanjang 2021 ada 10 konflik.

BACA JUGA:
Diduga Sungai Diracuni, Buaya Muncul dan Menyerang Warga di Agam
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments