Edukasi

Inilah Perbedaan Kanguru yang Hidup di Indonesia dan Australia

01/09/2021|Garda Animalia
Kanguru pohon wakera Dendrolagus inustus salah satu spesies yang dilindungi di Indonesia Foto Jebulon01Wikimedia Commons...

Kanguru pohon wakera (Dendrolagus inustus), salah satu spesies yang dilindungi di Indonesia. | Foto: Jebulon01/Wikimedia Commons

Gardaanimalia.comDendrolagus atau biasa dikenal dengan nama kanguru pohon adalah salah satu hewan yang dilindungi oleh pemerintah. Satwa endemik papua ini dipilih sebagai maskot atau wajah dari acara Pekan Olahraga Nasional (PON XX). 

Hingga hari ini, hewan lucu bertubuh mungil ini masih sering diburu untuk sekadar dijadikan santapan atau dijual kembali. Hal ini menyebabkan populasinya di hutan Papua semakin langka. Keadaan tersebut sangat berbanding terbalik dengan negara tetangga, Australia, yang mana sangat mudah menjumpai satwa ini di sepanjang jalan.

Karakteristik Kanguru Pohon

Kanguru termasuk dalam kelompok satwa marsupialia, yaitu kelompok vivipar yang memiliki kantung pada betinanya. Kantung tersebut akan terbuka ke depan seiring dengan bertumbuhnya usia. 

Yang membedakan antara kanguru Papua dengan yang ada di Australia terdapat pada ukuran tubuhnya. Umumnya, kanguru Papua memiliki tubuh relatif lebih kecil dibandingkan dengan yang hidup di Australia. Berat tubuh kanguru dari Indonesia hanya berkisar 6–20 kg saja, bahkan ada yang lebih kecil dengan lompatan yang lebih pendek. Sedangkan, yang berasal dari Australia bisa mencapai 80 kg. 
  
Kanguru pohon memiliki empat tungkai yang berukuran panjang dan kuat. Pada tungkai bagian depan biasa digunakan untuk memasukkan makanan ke dalam mulut. Hal ini dikarenakan tungkai depannya memiliki ukuran yang cenderung tipis dan ringan, sehingga lebih fleksibel untuk digerakkan. Sedangkan tungkai bagian belakang, biasa digunakan untuk berjalan-jalan di atas tanah maupun pohon. 
 
Keempat tungkainya ditumbuhi oleh cakar-cakar kuat berbentuk melengkung. Cakar tersebut membantunya untuk memanjat pepohonan. 

Tubuhnya di dominasi warna cokelat keemasan. Satwa mungil ini juga memiliki ekor yang cukup panjang dengan motif lingkaran seperti cincin. 

Reproduksi Kanguru Pohon 

Satwa unik ini bereproduksi sepanjang tahun dan hanya ada satu anak yang terlahir di tiap periodenya. Satwa betina mengandung selama 31–36 hari. Dalam setahun, satu kanguru mampu menghasilkan 4 anak yang didapatkan dari empat kali kehamilan. Usia kematangan seksnya berkisar pada 20 – 24 bulan pada satwa jantan, dan 15–20 bulan pada satwa betina. 

Tanda-tanda ketika kanguru mengalami birahi yaitu satwa jantan membelai dada satwa betina hingga mengeluarkan suara berdecak. Sedangkan satwa betina akan menggerakkan salah satu dari bagian kepala, ekor, ataupun lehernya. Keduanya akan terlihat gelisah dan mengeluarkan suara khas. Birahi ini akan terjadi selama 24–48 jam.

Status Perlindungan

Uploaded content
Kanguru pohon hias (Dendrolagus goodfellowi). | Foto: Bidgee/Wikimedia Commons
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, terdapat lima jenis kanguru pohon yang termasuk dalam daftar hewan dilindungi oleh pemerintah, diantaranya kanguru pohon ndomea (Dendrolagus dorianus), kanguru pohon hias (Dendrolagus goodfellowi), kanguru pohon wakera (Dendrolagus inustus), kanguru pohon mbaiso (Dendrolagus mbaiso), dan kanguru pohon nemena (Dendrolagus ursinus)
 
Dua diantaranya masuk ke dalam daftar merah IUCN pada kategori endangered atau terancam, yaitu kanguru pohon mbaiso dan kanguru pohon hias. Sedangkan kanguru pohon wakera dan kanguru pohon nemena masuk ke daftar CITES Appendix II yang memiliki arti terancam punah apabila tidak diatur pemanfaatannya dengan benar.