Monyet Dijebak dengan Perangkap Lantaran Masuk Permukiman Warga

  • Share
Satu ekor monyet ekor panjang masuk sebuah perangkap yang dipasang oleh petugas BKSDA di lingkungan SMPN 10 Cimahi. | Foto: Istimewa/Sindonews
Satu ekor monyet ekor panjang masuk sebuah perangkap yang dipasang oleh petugas BKSDA di lingkungan SMPN 10 Cimahi. | Foto: Istimewa/Sindonews

Gardaanimalia.com – Seekor monyet masuk ke kandang perangkap yang dipasang petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat di salah satu titik di SMPN 10 Kota Cimahi.

Kandang perangkap tersebut dipasang oleh petugas usai kawanan satwa liar itu diketahui muncul di permukiman warga. Bahkan, kawanan monyet ekor panjang juga kerap terlihat berada di lingkungan sekolah.

Kepala Seksi Penanggulangan dan Penyelamatan, Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana menuturkan “Rabu lalu, satu ekor monyet dari kawanan itu berhasil ditangkap karena masuk perangkap,” Sabtu (25/12).

Menurut keterangan warga, terdapat tiga ekor monyet liar yang berkeliaran di sekitar SMPN 10. Satu ekor monyet yang berukuran besar berhasil ditangkap, dan dua ekor lagi masih diupayakan agar segera tertangkap.

Untuk mempercepat proses penangkapan, petugas memasang dua kandang jebakan yang diletakkan di lokasi yang kerap dilewati satwa liar tersebut.

“Masih ada dua kandang trap lagi yang disimpan di lokasi yang biasa monyet itu keluar. Semoga bisa ada yang masuk jebakan lagi,” ucapnya.

Sementara itu, monyet yang telah berhasil ditangkap telah dibawa oleh tim Jaringan Satwa Indonesia yang mana selanjutnya akan ditangani untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

“Tim Jaringan Satwa Indonesia sudah membawanya dan menanganinya, untuk dibawa ke tempat aman,” ujar Aep Mulyana.

Pada lokasi yang berbeda, seekor monyet juga ditemukan berkeliaran di permukiman hingga memasuki kawasan Hotel Legian Beach, Jalan Pantai Melasti, Bali pada Minggu (26/12).

“Sebelumnya monyet itu masuk ke pekarangan warga juga. Monyet lompat dari pohon dan atap rumah. Sehingga dikhawatirkan merusak atap rumah warga,” ujar I Wayan Puspa Negara, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM ) Legian.

BACA JUGA:
4 Fakta Baru Terkait Kasus Gajah yang Kepalanya Dipenggal

Usai mendapatkan laporan dari masyarakat, pihak LPM Legian pun melakukan penanganan serta koordinasi dengan sejumlah pihak untuk menangkap dan mengembalikannya ke habitat alami satwa liar tersebut.

Akan tetapi, monyet yang tampak di Bali itu sulit ditangkap lantaran ia berpindah-pindah tempat, pun sulit dijangkau karena berada di pohon yang tinggi.

Untuk itu, ungkap Puspa Negara, proses pencarian yang dilakukan oleh pihaknya itu akhirnya dihentikan karena monyet tak kunjung ditemukan.

Namun, ia berharap agar masyarakat melaporkan jika melihat monyet tersebut. Pasalnya selama pandemi ini sudah tiga kali kejadian monyet masuk ke wilayah Legian.

“Selama pandemi ini, sudah tiga kali kejadian monyet masuk ke wilayah Legian. Pertama masuk ke hotel dan nyebur ke kolam renang. Kemudian ada yang masuk ke hotel dan masuk kamar-kamar hotel juga. Begitu juga kali ini menyasar hotel dan rumah warga. Kemungkinan besar karena hendak mencari makan,” jelas Puspa Negara.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments