Selusur Maninjau, Ikan Langka yang Sering Dikonsumsi

  • Share

Gardaanimalia.com – Selusur maninjau yang memiliki nama ilmiah Homaloptera gymnogaster merupakan spesies ikan yang berasal dari genus Homaloptera.

Terdapat beberapa spesies dari genus Homaloptera yang ditemukan di Indonesia. Namun, Homaloptera gymnogaster merupakan satu-satunya spesies dari genus ini yang dilindungi secara penuh oleh pemerintah Indonesia.

Sebagian besar masyarakat belum banyak mengetahui informasi terkait ikan selusur maninjau dan status konservasinya di alam. Sehingga masih sering ditemui masyarakat mengonsumsi atau menjadikannya sebagai ikan hias.

Nah, untuk mengenal lebih jauh tentang ikan selusur maninjau. Yuk simak informasi berikut ini!

Selusur Maninjau (Homaloptera lepidogaster) | Foto: alamendah.org
Selusur Maninjau (Homaloptera lepidogaster) | Foto: alamendah.org

Sinonim dan Etimologi

Pada mulanya, selusur maninjau mempunyai nama ilmiah Homaloptera gymnogaster yang dicetuskan oleh Bleeker pada 1853.

Berdasarkan nama generik ikan ini masuk dalam kelompok Homalopterula dengan sinonim Homaloptera gymnogaster, (Bleeker: 1853).

Kemudian pada 1916, Weber & de Beaufort juga mencetuskan Homaloptera lepidogaster sebagai nama sinonim dari Homaloptera gymnogaster. Ott (2009) menyatakan Homalopterula merupakan genus dari Homaloptera.

Akhiran -ula mengacu pada tubuh ikan yang berukuran kecil, dan penamaan gymnogaster berasal dari Bahasa Yunani (gumnos) yang berarti telanjang dan gaster yang berarti perut. Hal ini disebabkan antara sirip perut selusur maninjau terdapat permukaan perut tanpa sisik.[1]https://www.seriouslyfish.com/species/homalopterula-gymnogaster/

Morfologi

Secara umum, Homalopterula gymnogaster memiliki badan bagian depan yang datar dengan sirip dada dan sirip perut memanjang ke arah samping.

Sirip punggungnya berada di belakang sirip perut, terdapat 60-73 sisik pada gurat sisi, awal sirip dubur lebih dekat ke pangkal sirip ekor daripada pangkal sirip perut, bagian perut berada di depan sirip perut dan tidak terdapat sisik pada bagian tersebut.

Ukuran ikan saat dewasa berkisar antara 6-6,5 cm dengan panjang maksimal 7,5 cm.[2]https://kkp.go.id/djprl/lpsplserang/artikel/34786-selusur-maninjau

Ilustrasi Homaloptera gymnogaster | Foto: wikipedia.org
Ilustrasi Homaloptera gymnogaster | Foto: wikipedia.org

Habitat

Selusur maninjau merupakan ikan endemik Danau Maninjau, Sumatera Barat. Spesies ikan ini menghuni danau yang cenderung berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 100-1800 meter dpl. Namun, keberadaannya juga dapat ditemukan pada aliran sungai sekitar danau.[3]Cahyadi, R., Zakaria, I. J., & Roesma, D. I. (2021). Morphological analysis of Homaloptera gymnogaster Bleeker, 1853 (Family: Balitoridae) from different elevations in Central Sumatra, … Continue reading

Distribusi sebaran Homaloptera gymnogaster di Indonesia | Foto: IUCN
Distribusi sebaran Homaloptera gymnogaster di Indonesia | Foto: IUCN

Menurut data IUCN Red List, selusur maninjau tersebar luas di beberapa daerah di Sumatera Barat.

BACA JUGA:
Populasi “Saola” Kritis! Berikut Fakta-Fakta yang Menyertainya

Hal ini didasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cahyadi pada 2021. Penelitiannya terkait perbedaan morfologi ikan tersebut dengan mengambil beberapa sampel Homalopterula gymnogaster di dataran tinggi Sumatera Barat.

Dalam penelitiannya ikan selusur maninjau pernah ditemukan di beberapa tempat berbeda seperti Danau Maninjau, Danau Gunung Tujuh, dan Sungai Batang Toru.[4]CAHYADI, R., ZAKARIA, I. J., & ROESMA, D. I. (2021). Morphological analysis of Homaloptera gymnogaster Bleeker, 1853 (Family: Balitoridae) from different elevations in Central Sumatra, … Continue reading

Status Konservasi dan Perlindungan Ikan Selusur Endemik Maninjau

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106 Tahun 2018 menegaskan selusur maninjau sebagai spesies ikan yang dilindungi.

Berdasarkan data IUCN Red List, spesies ini menyandang status Least Concern atau berisiko rendah dalam menghadapi kepunahan.

Namun bukan berarti status ini menjadi alasan untuk mengeksploitasi tanpa adanya pengendalian dan pertanggung jawaban.

Saat ini, jumlah populasi dewasa selusur maninjau berkisar 10.000-100.000 individu.[5]www.iucnredlist.org

Ikan ini sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan untuk dikonsumsi oleh masyarakat lokal Sumatera Barat dan kerap dijual sebagai ikan hias.

Penangkapan yang berlebihan tersebut akan semakin mengurangi jumlah populasi ikan. Hal ini juga mengakibatkan rusaknya habitat aslinya mereka seperti terjadinya pencemaran air, degradasi lahan, pemanasan global dan hilangnya sumber makanan.[6]https://kkp.go.id/djprl/lpsplserang/artikel/34786-selusur-maninjau

Solusi yang dapat dilakukan untuk mempertahankan jumlah dan status konservasi yaitu dengan cara membudidayakan secara hati-hati dan bertanggung jawab.

Utamanya adalah dengan tidak melakukan penangkapan dan merusak lingkungan yang berakibat fatal pada keberlangsungan hidup selusur maninjau.

Referensi[+]

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments