Berita  

Ular Phyton Mati Terpanggang Karena Kebakaran Hutan di Riau

Ular Phyton Mati Terpanggang Karena Kebakaran Hutan di Riau
Pemadaman hutan dan lahan. Foto: BBKSDA Riau

Gardaanimalia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Indonesia. Lahan seluas 100 hektare dalam kawasan hutan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau terbakar.

Dari luas lahan 100 hektare tersebut, terpantau ada tiga titik sebaran yang diketahui bersumber dari titik yang sama. Dua titik di antaranya sudah berhasil dipadamkan, sedangkan satu titik lainnya masih dalam upaya pemadaman.

Menurut Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, lokasi yang terbakar itu berada jauh dari sumber air menyebabkan sulitnya pemadaman petugas di lapangan. Selain itu, kondisi cuaca panas juga menjadi penghambat.

Kondisi semakin dipersulit karena lahan yang terbakar adalah lahan gambut dengan kedalaman sekitar dua meter. Selain itu, sudah dua pekan wilayah ini belum diguyur hujan dan air sudah surut.

“Tanah di sana gambut. Kalau hujan, itu bisa terendam dan kemarau 1-2 minggu sangat-sangat kering. Pemantik kecil saja, itu bisa menjadi pemantik yang susah dikendalikan tim di lapangan,” ucap Suharyono.

Suharyono menambahkan, kebakaran hutan dan lahan ini diduga disebabkan oleh perilaku manusia.

“Kami yakin alam tidak mengeluarkan api dengan sendirinya. Sudah jelas perbuatan manusia. Tinggal ini manusia siapa yang memantik timbulnya api. Ini sedang kami tindaklanjuti karena terjadi beberapa spot berkaitan. Jadi antara spot 1, 2, dan 3 itu berkaitan, yang kemudian jadi sangat luas,” jelas Suharyono.

Baca juga: Penjual Satwa Dilindungi Tidak Boleh Terbebas dari Jerat Hukum

Proses pemadaman masih terus berlangsung sampai saat ini. Tim BBKSDA dibantu masyarakat peduli api dan pihak perusahaan swasta, termasuk TNI dan Polri.

BACA JUGA:
Owa Ungko di Kandang Transit BBKSDA Riau Melahirkan

“Khusus di GSK, kami bekerja bersama masyarakat peduli api yang kita bina dan rekan-rekan balai atau resor. Ada juga dukungan TNI-Polri, tapi di luar kawasan karena terjadi kebakaran yang cukup sporadis juga,” lanjut Suharyono.

Kawasan suaka margasatwa yang terbakar merupakan bagian dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dengan luas total 178 ribu hektare, berlokasi di dalam HTI Sinarmas Forestry. Cagar biosfer ini dideklarasikan UNESCO dalam Man and the Biosphere (MAB) Programme guna mendukung industri kayu berkelanjutan.

Di dalam kawasan ini, hidup berbagai satwa liar terancam seperti harimau sumatera, gajah, dan beruang madu. Flora dilindungi seperti kantong semar juga hidup di dalamnya. Karena itu, kebakaran sangat mengancam keberadaan habitat flora dan fauna dilindungi ini dan berdampak pada resiko kelestariannya.

Penemuan Bangkai Ular Phyton

Ular Phyton Mati Terpanggang Karena Kebakaran Hutan di Riau

Kebakaran hutan dan lahan yang merupakan habitat satwa liar tentu memberi dampak pada satwa yang hidup di dalamnya. Pada Kamis (4/3/2021), tim pemadam menjumpai bangkai ular phyton. Ular dengan panjang dua meter itu mati terpanggang di lahan terbakar di Kampung Teluk Masjid, Kabupaten Siak.

“Kuat dugaan ular tersebut mati akibat terperangkap hawa panas kobaran api,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Siak, Irwan Priyatna.

Ia menduga ular yang mati itu sedang berusaha lari dan menyelamatkan diri ke zona. Namun, satwa tersebut tidak berhasil hingga akhirnya terpanggang ganasnya api.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments