BKSDA Jambi Lepasliarkan Buaya Muara yang Giginya Pernah Rontok Karena Konflik

  • Share
BKSDA Jambi Lepasliarkan Buaya Muara yang Giginya Pernah Rontok Karena Konflik
Buaya muara (Crocodylus porosus). Foto: Antara

Gardaanimalia.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melepasliarkan tiga buaya muara (Crocodylus porosus). Pelepasliaran dilakukan di Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada Rabu (3/2/2021). Sebelumnya, ketiga satwa dilindungi itu sudah menjalani perawatan di TPS BKSDA Jambi yang berada di Kecamatan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi.

Taman Nasional Berbak dan Sembilang yang terdiri dari hutan rawa gambut, hutan rawa tawar, dan hutan riparian dinilai pas untuk tempat hidup buaya muara. Kesediaan pakan juga menjadi bahan pertimbangan lain untuk akhirnya menjadikan taman nasional ini sebagai lokasi pelepasliaran buaya. Selain itu, ketiga buaya muara tersebut juga dinilai sudah sehat dan mampu bertahan hidup di alam.

Baca juga: Menjual Satwa Dilindungi Sejak 2018, Giofani Dituntut 3 Tahun Penjara

“Kondisi alam di Taman Nasional Berbak dan Sembilang cocok untuk habitat tiga ekor buaya muara ini,” ungkap Koordinator Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) BKSDA Jambi Sahron sebagaimana dikutip dari laman Republika, Kamis (4/1/2021).

Satu dari tiga buaya yang sudah dilepasliarkan itu didapatkan BKSDA Jambi dari penyerahan masyarakat. Sedangkan, dua buaya lainnya merupakan satwa yang sempat terlibat konflik di dua desa berbeda di Kabupaten Tanjab Timur.

Berdasarkan keterangan dari Sahron, butuh waktu kurang lebih tiga bulan untuk merawat dan merehabilitasi buaya tersebut. Kondisi yang paling parah dialami oleh buaya yang terlibat konflik dengan warga di Sabak, Kabupaten Tanjab Timur. Gigi buaya itu rontok.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments