Berita

Konflik Warga Batanghari dan Beruang Masih Berlanjut

467
×

Konflik Warga Batanghari dan Beruang Masih Berlanjut

Share this article
Ilustrasi beruang madu (Helarctos malayanus). | Foto : Animalium.id
Ilustrasi beruang madu (Helarctos malayanus). | Foto: Animalium.id

Gardaanimalia.com – Seorang warga alami luka setelah konflik dengan beruang madu di Desa Pematang Gadung, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Rabu (19/7/2023).

Atas kejadian tersebut, warga merasa khawatir dan takut untuk berkebun. Warga lantas meminta pihak BKSDA Jambi untuk segera mengevakuasi beruang tersebut.

pariwara
usap untuk melanjutkan

“Jangan sampai ada korban selanjutnya. Kami berharap beruang ini bisa segera dievakuasi, hanya itu,” ucap Nando, salah seorang warga, Kamis (20/7/2023), dikutip dari Detik.

Sementara itu, Kepala Desa Gadung Ihsan mengatakan bahwa pihak BKSDA Jambi sempat datang sehari dan dua hari setelah kejadian. Namun, upaya evakuasi satwa terkendala hujan.

“Hari Kamis setelah kejadian mereka ada datang tapi tidak ke lokasi. Jumat baru datang lagi dan belum ada tindakan,” ujarnya, Senin (31/7/2023).

Ihsan juga mengatakan, bahwa jarak antara kebun dan permukiman berkisar lima kilometer.

Meski Ia menilai jarak tersebut cukup jauh, tetapi menurutnya, tak menutup kemungkinan interaksi negatif antara beruang dan warga kembali terjadi.

Dirinya pun imbau agar warga tak lakukan kegiatan di kebun dan sekitarnya untuk sementara waktu.

“Untuk saat ini saya telah meminta agar tidak ada dulu aktivitas warga di kebun sampai beruang ini benar-benar dapat dievakuasi,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Ihsan mengaku bahwa warganya sempat ada yang berencana memburu satwa dilindungi tersebut. Hal ini rencananya dilakukan jika pihak BKSDA belum ambil tindakan.

Kawanan Beruang Madu dan Kelempiau Berhasil Kembali ke Alam

Menanggapi itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Jambi Faried meminta warga bersabar dan tidak memburu beruang madu.

Faried juga mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan tim dan langkah untuk menangani konflik tersebut.

“Dalam waktu dekat akan ada kegiatan lanjutan penanganan terhadap hal tersebut. Apabila warga main tindakan sendiri tidak baik juga karena ada efek hukumnya karena itu satwa dilindungi,” pungkasnya.

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments