Terkena Jebakan Jerat, Kaki Kiri Beruang Madu Terluka

  • Share
Ilustrasi seekor beruang madu (Helarctos malayanus). | Foto: Bill Smith/Pixabay
Ilustrasi seekor beruang madu (Helarctos malayanus). | Foto: Bill Smith/Pixabay

Gardaanimalia.com – Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) terkena jebakan jerat di Jorong Sungai Kapur, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kabupaten Solok Selatan.

Satwa liar dilindungi tersebut berhasil dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat atas informasi yang disampaikan oleh Kepala Jorong Sungai Kapur.

Saat itu, Kepala Jorong Sungai Kapur menghubungi petugas Resor Konservasi Wilayah (RKW) Solok pada Senin (24/1) sekitar pukul 17.00 WIB dan mengatakan bahwa ada seekor beruang madu yang terkena jerat.

Petugas pun melakukan verifikasi informasi setelah melihat foto dan video yang dikirimkan Kepala Jorong Sungai Kapur tersebut melalui pesan Whatsapp.

Usai verifikasi, petugas lalu melakukan pengecekan lokasi kejadian sekaligus membawa perlengkapan untuk penanganan konflik satwa liar.

Ketika tiba di lokasi pada malam hari, petugas bersama tim medis dari Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) langsung melakukan evakuasi beruang yang terkena jerat babi hutan berupa tali nilon.

“Satwa tersebut mengalami luka pada bagian kaki sebelah kiri,” ujar BKSDA Sumatera Barat dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (25/1).

Disampaikan pula bahwa proses evakuasi yang dilakukan berjalan dengan lancar. “Tim sekaligus melakukan penanganan medis terhadap luka akibat jerat,” lanjutnya.

Setelah dilakukan penanganan dan observasi selama beberapa jam, kondisi satwa diketahui membaik. Hal tersebut terlihat dari tubuh beruang madu yang sudah dapat beraktivitas normal.

“Tim memutuskan satwa beruang ini layak untuk dilepasliarkan ke habitat nya kembali,” tutur BKSDA.

Berkaitan dengan lokasi pelepasliaran tersebut yaitu areal ABKT PT. BRM (Bukit Raya Medusa) yang berdekatan dengan Kawasan Cagar Alam Batang Pangean II.

Ardi Andono, Kepala BKSDA Sumatera Barat pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi beruang madu.

BACA JUGA:
Empat Pedagang Kulit Harimau asal Aceh Divonis 3 Tahun Penjara

Tak hanya itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak lagi memasang jerat, karena hal tersebut dapat melukai dan membunuh satwa dilindungi, termasuk harimau sumatera.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments