Cetacea, Mamalia Penyelam Unggul

  • Share
Cetacea, Mamalia Penyelam Unggul
Cetacea | Foto: Michael Nolan, Robert Harding World Imagery, Getty Images/Thought.com

Gardaanimalia.com – Cetacea adalah mamalia laut yang pandai berenang dan unggul dalam menyelam. Satwa yang termasuk ke dalam infraordo ini meliputi seluruh jenis paus dan lumba-lumba lho Sob, termasuk pesut, porpois (porpoise), dan paus berparuh (beaked whales).

Yuk Sobat satwa, mari kita mengenal lebih jauh apa itu cetacea agar dapat menyayanginya dan menjaga kelestarian mereka di alam kita.

Kehadiran cetacea di muka bumi dipercaya sebagai hasil dari proses evolusi yang panjang dan rumit. Diperkirakan pada 53 juta tahun yang lalu, infraordo cetacea terus berkembang hingga saat ini.

Mereka memiliki 10 famili dan 90 spesies. Wah, banyak juga yaa Sob. Nenek moyang mereka juga diperkirakan berasal dari darat, hal tersebut terlihat dari penelitian genetik pada fosil yang menunjukkan bahwa mereka memiliki kekerabatan yang erat dengan kuda nil.

Evolusi yang terjadi kemudian membentuk fitur tubuh cetacea semakin sesuai dengan habitat mereka. Bentuk tubuh mereka memiliki kemiripan dengan hiu dan jenis ikan besar lainnya, seperti tubuh yang ramping, memiliki sirip punggung dan sirip dada, serta ekor yang besar lho.

Kemiripan ini kerap membuat cetacea dijuluki sebagai ikan yang menyembur. Padahal ada perbedaan yang cukup signifikan pada tubuh ikan dan tubuh cetacea.

Ikan pada umumnya memiliki ekor yang bergerak ke kanan dan ke kiri, sedangkan ekor cetacea bergerak ke atas dan ke bawah. Beda banget ternyata yaa Sob.

Nah, rupa-rupanya nih Sob, mereka juga menyukai hampir seluruh jenis perairan, baik air laut, air payau, bahkan air tawar sekalipun. Indonesia sendiri menjadi tempat tinggal dan jalur migrasi bagi 34 spesies cetacea yang terdiri dari 7 spesies paus sikat dan 27 spesies paus bergigi.

BACA JUGA:
Babirusa Buru, Satwa Endemik yang Semakin Terdesak Karena Pembukaan Lahan

Sejumlah spesies seperti lumba-lumba bungkuk dan pesut sering kali dijumpai di daerah pesisir. Sementara spesies lainnya seperti paus sperma dan paus pilot sirip pendek dapat dijumpai di laut dalam.

Ada penelitiannya juga lho mengenai keberadaan cetacea di Indonesia. Penelitian ini banyak dilakukan di kawasan Segitiga Terumbu Karang di Indonesia Timur. Jadi, belum banyak informasi nih Sob mengenai cetacea yang hidup di Indonesia bagian Tengah atau Barat.

Peran Cetacea di Alam Bebas

Kehadiran mereka di alam tentu memiliki maksud dan tujuan yang penting, ya Sob. Cetacea memiliki peran yang tak tergantikan sebagai engineer alami di laut lepas.

Meskipun mereka mencari makan di kedalaman yang berbeda-beda, mereka cenderung buang air besar di permukaan laut. Jadi, kotoran yang dikeluarkan cetacea akan membentuk kabut di permukaan laut yang bentuknya seperti awan.

Nah, awan ini nih yang nantinya akan mendorong zat besi dan nitrogen ke dalam laut untuk menutrisi dan meningkatkan keanekaragaman hayati. Wah, hebat yaa cetacea Sob.

Bukan hanya itu, cetacea adalah hewan laut yang cerdas juga lho. Mereka punya kemampuan beradaptasi yang baik serta perilaku sosial yang kompleks.

Selain perenang ulung dan pemburu yang tangguh, cetacea juga memiliki kemampuan menyelami laut dalam hingga ke dasar samudera. Hee

Ini menunjukkan betapa paru-paru mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan laut. So, kehadiran cetacea sebagai engineer alami di lautan berperan penting bagi kelangsungan ekosistem laut. Terima kasih yaa, cetacea.

Saat Mati Secara Alami, Cetacea Tidak Mengapung

Bahkan saat cetacea mati secara alami, ia tetap bermanfaat bagi ekosistem laut lepas. Bangkai mereka akan terus tenggelam di dasar laut dan menjadi kehidupan baru bagi satwa penghuni laut dalam yang sering kelaparan. Huhu sedih yaa kalau ditinggal sama cetacea.

BACA JUGA:
Diduga Akibat Ekploitasi, Dua Ekor Lumba-Lumba Mati

Namun begitu, jangan sampai diburu yaa Sob. Kasihan cetacea, dia juga makhluk hidup seperti kita yang ingin hidup damai dan sejahtera. Selain itu, dia membantu keseimbangan ekosistem laut kita lho Sob.

Lebih lanjut, di dalam kegelapan laut dalam, cetacea jatuh seperti keajaiban yang dikirim dari atas bagi makhluk hidup yang tinggal di sana. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan whale-falls. Di mana bangkai mereka bertanggung jawab atas nutrisi terkonsentrasi yang mendukung kehidupan laut dalam hingga 50 tahun ke depan.

Nasib Cetacea Kini

Sayang sungguh sayang Sobat satwa, saat ini kelestarian cetacea terus terancam oleh kerusakan habitat, perburuan liar, hingga perubahan iklim.

Seluruh spesies cetacea di Indonesia telah dilindungi melalui Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Kemudian diperkuat lagi nih Sob dengan Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan (Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004).

Sedangkan dalam skala global, pemanfaatan serta pengelolaan cetacea diatur di sejumlah kebijakan multilateral seperti International Whaling Commission (IWC), International Union for Conservation of the Nature (IUCN), Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), Convention on Biological Diversity (CBD), serta Convention on Migratory Species (CMS).

Menurut kategori IUCN, hanya tiga jenis paus sikat (baleen whale) yang masuk dalam kategori “genting” (Endangered), tiga jenis paus bergigi (Toothed whale) masuk kategori “rentan” (Vulnerable), dan satu jenis lumba-lumba masuk kategori “terancam” (Near Threatened).

Nah, semua spesies paus sikat dan beberapa spesies paus bergigi termasuk dalam kategori Apendiks I CITES. Artinya, pemanfaatan bagian tubuh bagian apapun dari semua satwa tersebut adalah dilarang.

BACA JUGA:
Lumba-lumba Tak Bersirip, Si Mamalia Laut yang Nasibnya Kian Memprihatinkan

Sementara itu, sebagian besar spesies Cetacea lainnya masuk dalam kategori Apendiks II, yang berarti spesies dapat terancam punah apabila perdagangan satwa tersebut tidak dikendalikan. Miris ya Sob!

Yuk mari kita sayangi mereka Sob, agar kehidupan kita semua -makhluk hidup yang di laut, di darat, di udara, dan semuanya deh, di mana pun kita berada baik-baik saja. Tetap terjaga dan lestari ya Sob.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments