Burung Kakatua Macau Diangkut Secara Ilegal dari Medan

Gardaanimalia.com - Penyelundupan satwa liar di antaranya 2 ekor burung kakatua macau dan 2 ekor rubah asal luar negeri telah digagalkan oleh Polres Pelalawan dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.
Selain itu, petugas gabungan juga berhasil mengamankan ratusan satwa liar yang dilindungi dan tidak dilindungi asli Indonesia.
Kepala Bidang Seksi Wilayah I BBKSDA Riau, Andri Hansen Siregar mengatakan, bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang disampaikan oleh warga pada Kamis (30/6).
"Ini terungkap setelah kami mendapatkan laporan warga. Awalnya warga melihat di salah satu daerah ada mobil berhenti dan masuk ke tempat sepi, mencurigakanlah," ujarnya, Sabtu (2/7).
Warga yang memperhatikan hal itu kemudian melapor karena melihat mobil terparkir di lokasi tersebut cukup lama. Usai menerima laporan, tim pun bergegas menuju tempat yang dimaksud.
Andri menyebut, bahwa dua orang yang terdiri dari satu orang sopir dan satu rekannya tersebut juga dicurigai lantaran terlihat memberi makan burung kakatua macau dan rubah.
Sesampai di lokasi kejadian, petugas langsung mengamankan dua orang terduga pelaku dan menggiringnya ke Mapolres Pelalawan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Andri, satwa dilindungi tersebut diketahui telah dibawa dari Medan, Sumatera Utara tujuan Jambi dan Lampung.
"Satwa dilindungi ini dibawa tanpa surat-surat yang sah. Ini jenis kakatua macau dua ekor dan rubah dua ekor. Sementara ini kita lalukan perawatan karena ada perlakuan khusus," jelasnya.
Hal itu dikarenakan salah satu spesies satwa liar yang berasal dari luar negeri yaitu burung kakatua macau merupakan satwa yang dilindungi asal Afrika.
Sementara, dua ekor rubah diduga berasal dari Alaska, Eropa, Afrika hingga Jepang. "Kalau rubah ini bukan dari Indonesia jadi mempunyai daya tarik tersendiri dan terancam punah juga," ungkapnya.
Andri menambahkan, sebagian burung asli Indonesia yang turut diamankan dalam kasus ini sudah dilepasliarkan di Taman Hutan Kota Pelalawan.
Sedangkan terhadap satwa dilindungi yang berasal dari Indonesia, pihak BKSDA terlebih dahulu memberikan treatmen di Klinik Satwa, begitu pula dengan burung kakatua macau dan rubah.

Bagaimana, sih, Kondisi Burung di Indonesia Saat Ini?
19/05/25
Ingin Ungkap Penyalahgunaan Elpiji, Polisi malah Temukan 10 Satwa Dilindungi
18/05/25
Kasus Anak Gajah Tertabrak Truk di Malaysia, Pembangunan Tak Boleh Hambat Pergerakan Gajah
15/05/25
FATWA: Burung Wiwik yang Enggan Menetaskan Telurnya
14/05/25
Seri Macan Tutul Jawa: Gunung Favorit Para Pendaki di Habitat Macan Tutul Jawa
13/05/25
Perdagangkan Siamang, Pelaku Ditangkap di Bojonggede
13/05/25
Masa Depan Durian Ternate dan Hewan Penyerbuknya

Hutan Hilang, Penyakit Datang: Hubungan Deforestasi dan Zoonosis

Belum Disetujui Kejati, Tuntutan Kasus Penjualan Sisik Trenggiling di PN Kisaran Batal Dibacakan

Di Balik Layar "Lobi-Lobi Lobster", Merekam Kebijakan Tutup-Buka Ekspor BBL

Bagaimana, sih, Kondisi Burung di Indonesia Saat Ini?

Celah Menahun Pelabuhan Tanjung Perak, 19 Elang Paria Gagal Diselundupkan

Ingin Ungkap Penyalahgunaan Elpiji, Polisi malah Temukan 10 Satwa Dilindungi

Seorang Pria di Thailand Ditangkap karena Jual Dua Bayi Orangutan

Tanah Haram untuk Kawanan Gajah di Kebun Ban Michelin

Penjara Gajah di Tepi Kebun Karet Ban Michelin

Kasus Anak Gajah Tertabrak Truk di Malaysia, Pembangunan Tak Boleh Hambat Pergerakan Gajah

Seri Macan Tutul Jawa: Riwayat para Kucing Besar Tanah Jawa

FATWA: Burung Wiwik yang Enggan Menetaskan Telurnya

Seri Macan Tutul Jawa: Gunung Favorit Para Pendaki di Habitat Macan Tutul Jawa

Perdagangkan Siamang, Pelaku Ditangkap di Bojonggede

Tiga Ekor Kanguru Tanah Diselundupkan di Pelabuhan Jayapura

Telaga Paring, Orangutan yang Terjebak Banjir Besar di Kalteng Berhasil Dilepasliarkan

Sebelum Indonesia Merdeka, Ternyata Trenggiling Sudah Jadi Satwa Dilindungi

Tiga Individu Baru Badak Jawa Terdeteksi di Ujung Kulon

Ternyata Amir Simatupang Pernah Tawarkan Taring Harimau Seharga Rp50 Juta
