Orangutan Bersama Anaknya Dievakuasi BSKDA Kaltim

Bayu Nanda
3 min read
2023-06-07 20:14:55
Iklan
Belum ada deskripsim Lorem ipsum dolor sit amet, corrupti tempore omnis esse rem.



Gardaanimalia.com - Induk dan bayi orangutan terlihat oleh masyarakat berada di Jalan Poros Sangatta-Simpang Perdau menuju Muara Wahau.

Laporan ini diterima tim WRU Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur pada Selasa (30/5/2023).

Warga yang melapor beri keterangan bahwa satwa itu sudah beberapa kali masuk ke permukiman. Selain itu, satwa juga diketahui makan buah di kebun sekitar rumah warga.

Diduga, orangutan telah cukup lama berada di kawasan itu. Hal ini tampak dari banyaknya sarang lama dan baru di sekitar lokasi.

Dalam unggahan Instagram BKSDA Kalimantan Timur, Minggu (4/6/2023), tim WRU BKSDA putuskan untuk rescue orangutan usai pemantauan yang dilakukan pada pagi harinya.

Orangutan betina berusia kira-kira 13 sampai 15 tahun dan bayinya yang diperkirakan berusia satu tahun ditangkap dan dipindahkan ke hutan yang lebih aman.

Lalu, tim WRU bersama mitra CAN Indonesia sukses evakuasi primata endemik itu dan pindahkan ke kandang angkut. Selanjutnya, kedua satwa dibawa ke hutan lindung di Kabupaten Berau.

Dokter Nyatakan Kedua Orangutan Tampak Sehat


Dokter Fajar sebagai penanggung jawab tim medis jelaskan, kondisi satwa terlihat sangat sehat. Hal itu tampak sejak awal pembiusan hingga pemindahan ke dalam kandang angkut.

Oleh karena itu, jelas Fajar, harus segera dilepaskan ke habitat untuk kurangi stres yang mungkin terjadi akibat terlalu lama di kandang angkut.

Di sisi lain, Kepala BKSDA Kalimantan Timur Ari Wibawanto berharap induk dan anak satwa dilindungi itu dapat kesempatan hidup yang aman dan nyaman di habitat alami.

"Upaya penyelamatan satwa seperti ini sangat memerlukan dukungan semua pihak, baik itu lembaga pemerintah, LSM, maupun masyarakat," ujar Ari Wibawanto.

Ia melanjutkan bahwa ini dilakukan agar satwa liar khususnya yang dilindungi, termasuk orangutan dapat terus lestari di alam.

Tags :
satwa liar orangutan primata kalimantan hewan dilindungi bksda kalimantan timur
Writer: Bayu Nanda