Gardaanimalia.com - Selang empat hari usai kematian harimau akibat jerat di Pasaman, Sumatra Barat, peristiwa serupa kembali terjadi di Sumatra Utara.
Seekor harimau sumatera mati akibat terjerat sling di Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, Sabtu (20/5/2023).
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Sumatra Utara Fifin Nopiansyah mengungkapkan, satwa liar itu mengembuskan napas terakhir setelah dievakuasi.
Pihak BKSDA terima informasi soal satwa kena jerat, pada Jumat (19/5/2023). Namun, evakuasi baru dapat dilakukan Sabtu (20/5/2023) pagi dengan kondisi satwa sudah lemas tak bergerak.
"Kemudian kita bawa ke kantor Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dan rencana mau dibawa ke Sanctuary Harimau Barumun. Tapi tidak tidak tertolong," ujar Fifin, Senin (22/5/2023).
Di tengah perawatan darurat, sang predator puncak mati pukul 22.32 WIB dengan luka jerat di kaki kanan depan.
"Karena dehidrasinya cukup parah dan akut sehingga tidak bisa terselamatkan. Kita sudah melakukan upaya medis, diinfus, standar penanganan medis sudah dilakukan," jelas Fifin.
Pihak BKSDA masih akan dalami penyebab kematian satwa. Sampel bagian tubuh kucing besar ini pun dikirim ke Laboratorium Veteriner di Sumatra Barat.
Untuk menghindari upaya penjarahan bagian tubuh harimau sumatera, bangkai dikubur di Sanctuary Harimau Barumun, Minggu (21/5/2023).
Melihat kejadian itu, BKSDA akan lakukan sosialisasi kepada warga, khususnya soal pemasangan jerat di perkebunan karena diketahui daerah itu adalah perlintasan harimau. Pihaknya juga akan rutin patroli jerat.













