BBKSDA Sulsel Terima 5 Ular Sanca, 1 Alami Luka di Kepala

Aditya
3 min read
2024-04-21 10:50:44
Iklan
Belum ada deskripsim Lorem ipsum dolor sit amet, corrupti tempore omnis esse rem.



Gardaanimalia.com - Tim WRU BBKSDA Sulawesi Selatan telah menerima lima ekor ular sanca dari petugas Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar.

Seluruh ular tersebut sebelumnya dievakuasi setelah terdapat laporan dari masyarakat di sekitar Kota Makassar dalam rentang dua bulan terakhir.

Tim WRU BBKSDA Sulsel Muhammad Rasul mengatakan, kelima ular itu telah dipindahkan dari Markas Komando Damkar Makassar menuju Transit Cage BBKSDA Sulsel.

"Sebanyak lima ekor, ada satu ekor yang luka di kepala dan dalam penanganan medis tim dokter hewan WRU BBKSDA Sulsel," kata Rasul kepada Garda Animalia, Kamis (18/4/2024).

Setelah melalui proses perawatan, ular akan dilepasliarkan di dalam kawasan hutan konservasi. Terdapat tiga kawasan konservasi yang menjadi lokasi pelepasliaran satwa oleh BBKSDA Sulsel.

"Kami merilis satwa di kawasan konservasi Cagar Alam Nanggala III, Cagar Alam Faruhumpenai, dan Taman Wisata Alam Danau Towuti," kata Rasul.

Sebelumnya diberitakan, pihak Damkar Kota Makassar melaporkan telah mengamankan tujuh ekor ular sanca selama kurang lebih dua bulan terakhir.

Terakhir, seekor sanca dievakuasi dari atas saluran air di antara tembok warga. Penemuan ular sepanjang tiga meter tersebut terjadi di Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Senin (15/4/2024).

Rasul menyebutkan, maraknya penemuan ular sanca pada dua bulan terakhir diakibatkan oleh faktor hujan dan kelembapan yang tinggi.

"Seperti di daerah rawa-rawa, kanal, semak belukar, bahkan tumpukan rongsokan yang menjadi tempat bersarang dan berkembang biaknya ular," katanya.

Rasul Imbau Warga Bersihkan Sampah


Oleh karena itu, Rasul mengimbau masyarakat untuk rajin membersihkan sampah, termasuk semak belukar di halaman rumah, selokan, dan tumpukan rongsokan.

Hal ini bertujuan agar ular tidak masuk ke dalam rumah warga. "Juga kami imbau supaya [masyarakat] tidak berburu predator ular seperti elang dan alap-alap," tambahnya.

Tidak disebutkan spesies ular apa yang diamankan oleh pihak Damkar Kota Makassar dan BBKSDA Sulsel. Akan tetapi, terdapat setidaknya dua spesies sanca dengan bentuk yang mirip dan berhabitat di Sulawesi Selatan.

Yang pertama adalah ular sanca kembang (Malayopython reticulatus), merupakan spesies reptil dengan persebaran yang sangat luas di Indonesia. Satwa tersebut dapat ditemukan di seluruh Kepulauan Nusantara, kecuali Papua.

Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengategorikan ular sanca kembang sebagai spesies berisiko rendah (least concern).

Sanca kembang juga tidak termasuk ke dalam daftar satwa yang dilindungi di Indonesia dalam Permen LHK Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Yang kedua adalah ular sanca bodo (Python bivittatus). Spesies ini memiliki persebaran yang lebih terbatas di Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Berbeda dengan ular sanca kembang, ular sanca bodo dikategorikan sebagai spesies rentan (vulnerable) oleh Daftar Merah IUCN dan merupakan satwa dilindungi di Indonesia.

Tags :
BBKSDA Sulsel ular sanca kembang damkar ular sanca bodo
Writer: Aditya