Duyung Mati, Sampel Tubuh akan Dikirim ke Jakarta

Gardaanimalia.com - Bangkai duyung ditemukan warga terdampar di pesisir Pantai Pasar Minggu, Kecamatan Baguala, Kota Ambon pada 20 Mei 2023 lalu.
Tanggapi hal itu, BKSDA Maluku pastikan akan kirim sampel bangkai Dugong dugon ke Jakarta untuk teliti sebab kematiannya.
Kepala SKW II BKSDA Maluku Meity Pattipawaej ungkap, sampel tubuh mamalia air itu sudah diambil pihak Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Sorong.
Melansir dari Antara, Ia sebut, identifikasi awal tidak menunjukkan tanda-tanda tusukan atau jerat jaring nelayan pada tubuh satwa berjenis kelamin betina itu.
Dugaan sementara, hewan air dengan panjang 2,8 meter dan berat hingga satu ton itu kehilangan nyawa karena terseret ombak di perairan setempat.
"Tidak ada indikasi temuan satwa itu dibunuh karena tidak ditemukan adanya bekas luka di tubuh. Satwa itu diduga sudah mati satu hari sebelumnya," kata Meity, Rabu (24/5/2023).
Peneliti Mamalia Laut Pro Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ambon Sekar Mira menyampaikan, penting untuk lakukan penyelidikan mengenai sebab kematian duyung.
Hal ini karena kematian satwa itu dapat mengindikasikan berbagai penyebab internal maupun eksternal dari kondisi duyung dan kondisi perairan.
"Ada yang tidak baik-baik saja terjadi pada duyung kita, dan apa yang membahayakan mereka juga dapat membahayakan kita," ujar Sekar.
Warga Hubungi Petugas untuk Evakuasi Duyung
Sebelumnya, Dugong dugon ditemukan terapung oleh salah seorang warga dari Desa Suli Jacline Wattimena.
Warga pun segera hubungi kepolisian dan BKSDA Maluku untuk bisa evakuasi bangkai satwa yang hidup di perairan hangat tersebut.
Menurut catatan IUCN Red List bahwa populasi Dugong dugon menurun (decreasing) dan berstatus rentan (vulnerable). Di antara ancaman terhadapnya adalah pembangunan, jalur pelayaran, dan limbah.
Di Indonesia, duyung masuk daftar mamalia yang dilindungi dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018.

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti
20/03/25
Berang-Berang Bukan Peliharaan! Kenali 4 Jenis yang Hidup di Indonesia
14/03/25
Sebanyak 243 Reptil Diselundupkan, 40 Persen di Antaranya Mati
10/03/25
Terisolir di Kebun Sawit, Orangutan Sumatera Dievakuasi ke Hutan Lindung
06/03/25
Siamang dan Bekantan Ditemukan di Rumah Warga di Tanjungbalai Sumut
04/03/25
Adakah Titik Imbang antara Pemanfaatan dan Perlindungan Kura-Kura Moncong Babi?
26/02/25
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
