Harimau Mati di Pasaman Alami Pendarahan Akibat Jerat

Gardaanimalia.com - Hasil nekropsi harimau sumatera yang mati terkena jerat babi di Pasaman, Sumatra Barat telah diumumkan kepada publik.
Kepala BKSDA Sumatra Barat Ardi Andono sebut, nekropsi tunjukkan satwa alami pendarahan. Pendarahan terjadi di beberapa organ, yaitu rongga dada, paru-paru, dan leher.
"Itu semua disebabkan karena adanya sling jerat yang melilit bagian leher, dada, hingga kepala harimau sumatera ini," terang Ardi, Jumat (19/5/2023), dilansir dari Viva.
Kondisi itu, jelas Ardi, mengakibatkan pernapasan hewan harimau terganggu dan metabolisme tidak berjalan baik.
Jantung si belang malang itu juga alami pembengkakan pada organ pemompa darah. Hal ini karena hipoksia akut sehingga picu organ bekerja lebih berat. Hipoksia adalah kondisi tubuh kekurangan oksigen.
"Gangguan menurunnya kadar oksigen dalam tubuh dapat terlihat dari mata dan kulit bagian dalam (mukosa) yang berwarna biru hingga berakumulasi menjadi penyebab kematian," ungkap Ardi, dilansir dari Radar Sumbar.
Di satu sisi, paparan matahari yang sangat tinggi juga sebabkan predator puncak itu mengalami heat stress atau stres panas.
"Selain dari faktor di atas, adanya panas matahari yang berlebihan menyebabkan stres (heat stress) dan kurangnya oksigen dalam tubuh menyebabkan kematian satwa itu,” ujar Ardi.
Harimau si Raja Rimba Dikubur sesuai Protokol
Proses nekropsi dilakukan oleh tim dokter selama satu jam. Selepas itu, bangkai satwa dikubur di lokasi yang aman dan sesuai dengan tata laksana penanganan satwa mati.
Ia menyebut, peristiwa matinya harimau karena jerat babi adalah yang pertama kali di Sumatra Barat. Oleh karena itu, Ardi berharap ini jadi kasus terakhir.
Sebelumnya, pada Selasa (16/5/2023), mamalia ini ditemukan terjebak jerat babi di kebun warga di Jorong Tikalak, Nagari Tanjung Beringin Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping.
Nekropsi segera dilakukan pada malam harinya di Rumah Sakit Hewan di Padang, sebut Ardi, guna cari tahu penyebab kematian si Raja Rimba.
Ia pun tegaskan bahwa warga dilarang pasang jerat dengan alasan apapun. Jika lakukan itu, warga dapat dikenai UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon
24/03/25
Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit
24/03/25
Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi
22/03/25
Harimau dalam Kondisi Cacat Masuk Kandang Jebak di Kabupaten Agam
12/03/25
Bayi Gajah yang Tersesat di Kebun Sawit Dievakuasi ke PLG Minas
11/03/25
Seekor Beruang Madu Terluka Akibat Jerat di Kawasan Konservasi Riau
11/03/25
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
