Harimau Sumatera Kian Langka, Mengapa Perdagangannya Masih Tinggi?

Gardaanimalia.com - Meski statusnya telah ditetapkan sebagai satwa terancam kritis sejak 30 Juni 2008 oleh IUCN, angka kasus perdagangan harimau sumatera (Phantera tigris sumatrae) tetap tinggi. Dwi Nugroho Adhiasto, pengamat perdagangan satwa liar, mengungkapkan selama lima tahun terakhir angka kasus perdagangan harimau menyentuh hingga 84 kasus yang melibatkan perdagangan 122 individu harimau (termasuk harimau utuh dan bagian tubuh).
Dalam acara Bincang Alam oleh Mongabay Indonesia, Dwi mengatakan perdagangan ilegal ini terus terjadi karena permintaan pasar yang tinggi. Tak hanya dilakukan oleh kelompok kriminal yang telah profesional dalam perdagangan ilegal, kasus jual beli bagian tubuh harimau ini juga kerap dilakukan oleh oknum yang bekerja di lembaga konservasi di Indonesia.
“Misalnya seperti kasus yang terjadi pada tahun 2016 di kebun binatang garut,” tutur Dwi.
Tak hanya terjadi di habitat asli harimau sumatera, perdagangan ilegal juga banyak ditemukan di daerah lain seperti DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Riau, dan Bengkulu. Bagian tubuh harimau yang paling banyak diperdagangkan di Indonesia adalah kulitnya yang kemudian diolah sedemikian rupa untuk dijadikan furnitur atau pajangan.
“Kepemilikan pajangan yang dibuat dari harimau ini biasanya mampu menunjukkan status sosial seseorang, makanya banyak yang beli,” tambah Dwi.
Baca juga: Penjual Anakan Orang Utan Divonis 2 Tahun Penjara
Selain kulit, bagian tubuh harimau yang juga banyak diperjualbelikan adalah taring, tulang, cakar, tengkorak, ekor, dan kaki. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi pembelian bagian tubuh harimau, seperti latar belakang kepercayaan misalnya jimat dari kumis harimau, upacara adat, atau bisa juga dipengaruhi oleh tokoh terkenal seperti selebritas ataupun komunitas yang mengklaim dirinya pecinta satwa akan tetapi tetap memelihara satwa dilindungi dan percaya bahwa harimau dapat didomestikasi.
Di luar negeri, terutama Thailand dan China, yang paling banyak diminati adalah daging dan tulang harimau untuk dikonsumsi. Salah satu produk olahan yang paling terkenal adalah tiger bone glue buatan Thailand. Tiger bone glue adalah produk herbal yang dibuat dari tulang harimau yang direbus bersama tumbuhan herbal. Selain di Thailand produk ini juga laku dipasarkan ke Vietnam dan China.
Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat harimau sumatera adalah hewan yang dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.106 tahun 2018. Hingga saat ini populasinya terus menurun dan tengah menghadapi ancaman kepunahan di alam liar.
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
25/03/25![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
25/03/25![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]
25/03/25
Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi
22/03/25
BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun
17/03/25
Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi
17/03/25
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
