Delapan Satwa Dilindungi Dilepasliarkan ke Habitat Alami

Gardaanimalia.com - Sebanyak delapan ekor satwa dilindungi dilepasliarkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan ke Suaka Margasatwa Dangku di Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (29/6).
Delapan satwa itu terdiri dari 4 ekor owa siamang (Symphalangus syndactylus), 2 ekor beruang madu (Helarctos malayanus), 1 ekor binturong (Arctictis binturong), dan 1 ekor kucing hutan.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan, Yusmono mengatakan bahwa semua satwa tersebut merupakan hasil serahan masyarakat dalam kurun waktu Agustus 2021 hingga April 2022.
Sebelum dikembalikan ke habitat alami, ujarnya, seluruh satwa telah direhabilitasi terlebih dahulu di Resor Konservasi Wilayah IV Palembang.
Yusmono menjelaskan, apabila insting bertahan hidup satwa liar itu sudah kembali, maka seluruh satwa akan dilepasliarkan ke habitat asalnya.
Ia menyebut, bahwa salah satu di antara satwa dilindungi yaitu owa siamang merupakan satwa yang keberadaannya kini mulai terancam punah.
Aktivitas perburuan serta banyaknya permintaan di pasar gelap membuat pupolasi owa siamang mengalami penurunan setiap tahunnya.
Adapun lokasi kawasan Suaka Margasatwa Dangku tersebut dipilih karena merupakan habitat asli owa siamang serta beruang madu dan binturong.
Menurutnya, dengan pelepasliaran yang dilakukan oleh pihaknya, maka akan menambah keanekaragaman hayati di dalam lokasi tersebut. "Di sini juga ada harimau, beruang, tapir serta berbagai jenis burung asli Sumatera," tambahnya.
Sehingga, Yusmono mengingatkan kepada masyarakat yang masih menyimpan ataupun memelihara satwa dilindungi untuk dapat menyerahkan kepada BKSDA Sumatera Selatan.
"Kami imbau warga yang masih memiliki satwa yang dilindungi agar segera diserahkan. Sebab, hal itu bisa terancam pidana," tegasnya.
Selain itu, ia berharap setelah dilepasliarkan, owa siamang, beruang madu, serta binturong akan berkembang biak dan bertumbuh. "Agar populasinya tetap terjaga," tandasnya.

Seekor Beruang Madu Terluka Akibat Jerat di Kawasan Konservasi Riau
11/03/25
Beruang Madu di Perkebunan, BKSDA: Itu Habitatnya
17/02/25
Masuk Permukiman di Sampit, Beruang Madu Diamankan ke Pangkalan Bun
04/10/24
Beruang Madu yang Berkonflik dengan Warga Talang Babungo telah Dievakuasi
28/09/24
Sempat Terkena Jerat, Seekor Beruang Madu Akhirnya Dilepasliarkan!
20/09/24
Beruang Madu Pincang Muncul di Permukiman, BBKSDA Riau Pasang Perangkap!
17/09/24
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
