Lagi, Harimau Sumatera Mati Kena Jerat Babi

Bayu Nanda
3 min read
2023-05-17 12:12:50
Iklan
Belum ada deskripsim Lorem ipsum dolor sit amet, corrupti tempore omnis esse rem.



Gardaanimalia.com - Jerat babi kembali sebabkan seekor harimau sumatera dinyatakan mati pada Selasa (16/5/2023) sekira pukul 11.50 WIB.

Satwa langka ini ditemui terjerat di Jorong Tikalak, Nagari, Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.

Diunggah oleh akun Instagram @info.pasaman, mulanya harimau masih dalam kondisi hidup. Dikabarkan, masih ada dua satwa lain yang berkeliaran di sekitar lokasi.

Kepala BKSDA Sumatra Barat Ardi Andono dapat laporan adanya harimau yang kena sling jerat babi sekitar pukul 09.10 WIB. Laporan itu dari Kapolsek Lubuk SIkaping Iptu Yufrizal.

"Usai menerima laporan itu, tim WRU terdekat, yaitu WRU SKW I segera bergeser ke lokasi untuk lakukan penanganan," tutur Ardi, Selasa (16/5/2023).

Di lokasi, tim bersama kepolisian dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Pasaman segera amankan warga yang menyaksikan kucing endemik Sumatra itu.

Penanganan lebih lanjut, sambung Ardi, dilakukan dengan siapkan kandang evakuasi dan mendatangkan dokter hewan. "Penanganan pun dilakukan. Namun, satwa harimau itu sudah tidak dapat ditolong lagi".

Di hari yang sama, Kepala Pelaksana Harian SKW I BKSDA Sumbar Rusdian P. nyatakan bahwa bangkai hewan liar itu sudah diamankan.

"Harimau sumatera mati dan bangkainya diamankan ke Polsek Lubuk Sikaping," ujar Rusian.

Ia katakan, tim medis Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) lakukan identifikasi awal penyebab kematian top predator ini.

Selepas identifikasi tahap awal, nekropsi atau bedah bangkai akan dijalankan di Rumah Sakit Hewan Padang.

"Ini sesuai standar operasi prosedur dalam penanganan kematian satwa liar dan bangkai bakal kita kubur di kantor BKSDA Sumbar," ucap Rusian.

Harimau Sumatera Terjerat di Kebun Warga




Diketahui, kucing besar itu kena jerat babi di lahan warga atas nama Munawar (52) yang kala itu sedang pergi ke kebun.

"Harimau ini dari Suaka Margasatwa Malampah Alahan Panjang karena kawasan itu terdekat dari lokasi," tambah Rusdian.

Ia pun imbau warga untuk selektif pasang jerat di kebun agar tidak kena hewan liar dilindungi. BKSDA Sumbar pun bakal lakukan patroli guna halau satwa lain dan lakukan bersih jerat di lokasi.

Dokter TMSBK Bukittinggi Yoli Zulfanedi, Panthera tigris sumatrae malang ini punya jenis kelamin betina dengan usia remaja atau kurang dari dua tahun.

Satwa mati akibat gagal pernapasan ditandai dengan lidah yang membiru atau disebut sianosis.

Kemungkinan, jerat buat satwa gagal bernapas, serta dengan suhu yang panas. "Untuk memastikan kematian diperiksa di Rumah Sakit Hewan Padang".

Tags :
satwa dilindungi harimau sumatera Harimau Mati hewan langka panthera tigris sumatrae top predator
Writer: Bayu Nanda