Petugas Gabungan Sita Ratusan Burung Ilegal di Pelabuhan

Gardaanimalia.com - Penyelundupan sebanyak 483 ekor burung berbagai jenis berhasil digagalkan oleh petugas gabungan di perairan dekat Pelabuhan Cappa Ujung Parepare, Sulawesi Selatan.
Ratusan burung ilegal tersebut dibawa dengan menggunakan sebuah kapal kargo KM Tomson yang berangkat Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Sahrun Asis, Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Laut KSOP Parepare mengatakan, bahwa terduga pemilik dari satwa liar yang diselundupkan tersebut kabur saat akan mengambil satwanya.
"Pas kami datang untuk melakukan pengawalan, terduga pemilik yang hendak menjemput burungnya menggunakan perahu katinting langsung kabur," ujar Sahrun, Kamis (28/4) dilansir dari Detik.
Petugas pun mendatangi kapal yang diketahui menyimpan ratusan satwa liar ilegal di dek kapal tersebut saat hendak membongkar satwa di laut sebelum bersandar di Pelabuhan Cappa Ujung, Kota Parepare.
Sementara, Subkoordinator Pelayanan Operasional Stasiun Karantina Pertanian Parepare, Rian Hari Suharto merincikan jenis-jenis satwa yang ditemukan oleh petugas.
"Setelah dihitung, ada jalak kerbau 400 ekor, burung lincang kuning 40 ekor, burung cucak keling 29 ekor, burung murai batu 8 ekor, 6 ekor di antaranya telah mati," jelas Rian.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa para petugas akan melakukan penahanan karena pengiriman ratusan satwa liar tersebut dilakukan secara ilegal.
"Kita lakukan penahanan karena pemasukannya tidak dilaporkan kepada pejabat karantina serta tidak disertai sertifikat karantina dari daerah asal, sesuai UU 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan," terangnya.
Kemudian, Kepala Karantina Pertanian Parepare, Andi Faisal mengatakan, pihaknya terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara instansi terkait yang ada di pelabuhan.
Hal ini dilakukan, imbuh Faisal, bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap peraturan yang berhubungan dengan karantina agar tidak terus terulang.
"Selanjutnya, burung-burung hasil penahanan akan kita serahkan ke BBKSDA Sulawesi Selatan untuk dilepasliarkan ke habitatnya," ujar Faisal.
Selain itu, dia mengatakan, saat ini sedang dilakukan pengujian laboratorium untuk memastikan ratusan burung tersebut tidak tertular penyakit.
Tak jauh berbeda, Wahyudin, Pejabat Karantina Pertanian Parepare menyebut, bahwa pihaknya telah melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap satwa liar dan satwa langka di pelabuhan bersama KSOP dan TNA AL.
"Burung-burung ini akan dikembalikan ke Kalimantan dan kami segera berkoordinasi dengan BBKSDA untuk tindakan lebih lanjut," kata Wahyudin, Kamis (28/4) malam seperti dilansir dari Tribun.
Dirinya menambahkan, bahwa satwa liar itu akan diurus oleh BKSDA. Ini sebagai langkah awal untuk menyelamatkan satwa liar tersebut dari kematian.
Lalu, alasan ada sejumlah satwa yang ditemukan oleh petugas dalam kondisi telah mati, menurut Wahyudin, itu diakibatkan dehidrasi dan kepanasan saat perjalanan di kapal.

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit
24/03/25
Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik
21/03/25
FLIGHT: Penyelundupan Burung Kicau sudah Seperti Minum Obat, Tiga Kali Sehari!
13/03/25
Burung-Burung Migran di Pantai Sasa dan Masa Depan Mereka
07/03/25
Empat Ekor Kakatua dari Seram Gagal Dibawa menuju Pulau Ambon
20/02/25
Petugas Gagalkan Penyelundupan Burung di Pelabuhan Laut Sorong
05/11/24
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
