Ragil Si Elang Jawa Dilepaskan di Habitat Terbaiknya

Gardaanimalia.com - Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) melakukan pelepasliaran seekor elang jawa (Nisaetus bartelsi) yang diberi nama Ragil, Jumat (19/8).
Pelepasliaran ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-77 sekaligus Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada tanggal 10 Agustus.
Lokasi pelepasliaran yang dipilih adalah blok Citalahab, Resort Pengelolaan TN Wilayah Cikaniki, Seksi Pengelolaan TN Wilayah II Bogor.
Pelepasliaran yang bekerja sama dengan IPB dan Yayasan Kiara tersebut bertujuan agar populasi satwa dilindungi itu dapat lestari di alam liar.
Plt. Kepala Balai TNGHS, Pairah mengatakan, Ragil adalah burung hasil serahan dari BKSDA Jawa Tengah. Sebelum dilepaskan, satwa telah menjalani masa perawatan.
Rehabilitasi burung elang dilakukan selama 12 bulan di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) Loji yang terletak di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Sebelum Ragil dilepasliarkan, kami telah melakukan beberapa prosedur, di antaranya memastikan kesehatan satwa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (21/8).
Pun perilaku satwa juga dipastikan telah menunjukkan kesiapan untuk dilepasliarkan. Selain itu, lokasi pelepasliaran adalah kawasan yang sesuai untuk menjadi habitat barunya.
Habitat Terbaik Elang Jawa
Pairah menjelaskan, TNGHS diyakini sebagai habitat terbaik untuk elang jawa. Sebab merupakan jenis hutan hujan tropis pegunungan dan merupakan daerah terluas yang masih tersisa di Pulau Jawa.
Kajian tentang habitat ini dilakukan dengan menggunakan tool Maxent 2020. Tak hanya itu, tim pusat suaka juga melakukan pengecekan langsung pada tanggal 14 hingga 16 Agustus 2022.
Usai dilepaskan, tim Balai TNGHS bekerja sama dengan Cici Nurfatimah, mahasiswi Indonesia dalam pemasangan PinPoint Solar GPS-Argos.
GPS dengan berat 21 gram ini membantu dalam pemantauan tingkat keberhasilan pasca pelepasliaran, lokasi dan luas wilayah jelajah, serta ketinggian terbang burung elang tersebut.
Nisaetus bartelsi merupakan salah satu satwa yang dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018.
Saat ini, hampir setiap tahun jumlah populasi Nisaetus bartelsi mengalami penurunan. Diketahui, siklus bertelur burung ini terbilang lambat, dalam dua tahun hanya satu kali berkembang biak dengan jumlah satu telur.
Burung elang dilindung ini memiliki peran penting dalam ekosistem hutan, yaitu menjaga keseimbangan satwa di dalamnya. Elang jawa juga ditetapkan sebagai Satwa Nasional melalui Keppres Nomor 4 tahun 1993.

Biawak Dilindungi dalam Botol Mineral Disita Petugas di Ternate
05/03/25
Elang hingga Landak Jawa Dilepasliarkan di Pegunungan Sanggabuana
20/02/25
Memelihara Satwa Liar Dilindungi: Bentuk Empati atau Pelanggaran Hukum?
30/01/25
Lima Satwa Dilindungi Dilepasliarkan di Kawasan Konservasi Riau
16/10/24
Operasi Gabungan Ungkap Perdagangan Satwa Dilindungi di Mimika
14/10/24
Jual Satwa Dilindungi, Remaja di Cirebon Ditangkap Polisi
03/09/24
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
