Tapir Berbobot 100 Kilogram Mati usai Terjebak dalam Lumpur

Gardaanimalia.com - Seekor tapir tenuk (Tapirus indicus) mati lemas setelah terjebak dalam lumpur di daerah Sungai Asam, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir.
Tapir itu pertama kali dilihat oleh warga yang melintas di TKP, Jumat (16/6/2023) sekira pukul 10.00 WIB. Ketika ditemukan, satwa sudah dalam kondisi tak berdaya.
Melihat kondisi satwa liar itu, warga segera beri laporan kepada polisi dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.
Pihak Resort BBKSDA Riau menuju ke lapangan pada Sabtu (17/6/2023). Namun, karena kondisi akses yang sulit, tim baru sampai ke lokasi pada Minggu (18/6/2023).
"Mengingat akses menuju TKP bergantung pada pasang surut air sehingga butuh waktu yang lama," kata Kepala BBKSDA Riau Genman S. Hasibuan, Minggu (18/6/2023), mengutip Haluan Riau.
Saat pihak BKSDA datang, satwa itu sudah mati karena kondisi yang terlalu lemah. Warga sempat lakukan upaya kasih makan dan minum, tetapi satwa menolak.
Tim lalu segera kubur tubuh tapir tenuk agar tidak muncul bau maupun penyakit. Mamalia itu berjenis kelamin betina dengan bobot sekitar 100 kg.
Populasi Tapir Tenuk Tak Diketahui
Tapir yang juga dikenal dengan sebutan tapir malaya ini adalah satu-satunya spesies tapir yang berada di Indonesia. Tiga spesies lainnya hidup di Amerika Selatan.
Adapun rincian spesies, yaitu tapir brazil (Tapirus terrestris), tapir gunung (Tapirus pinchaque), dan tapir amerika (Tapirus bairdii).
Tapir masuk dalam daftar satwa dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018.
Sementara itu, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengategorikan tapir tenuk ke dalam spesies genting (endangered).
Meskipun begitu, sampai saat ini populasi satwa liar tapir tidak diketahui secara pasti, mengutip Betahita.
Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Tapirus Indicus 2013-2022 hanya sebut, kepadatan spesies ini berkisar antara 0,3 hingga 0,8 individu per kilometer persegi.

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti
20/03/25
Berang-Berang Bukan Peliharaan! Kenali 4 Jenis yang Hidup di Indonesia
14/03/25
Sebanyak 243 Reptil Diselundupkan, 40 Persen di Antaranya Mati
10/03/25
Terisolir di Kebun Sawit, Orangutan Sumatera Dievakuasi ke Hutan Lindung
06/03/25
Siamang dan Bekantan Ditemukan di Rumah Warga di Tanjungbalai Sumut
04/03/25
Adakah Titik Imbang antara Pemanfaatan dan Perlindungan Kura-Kura Moncong Babi?
26/02/25
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
