Burung Elang Jatuh Tergeletak Lantaran Ditembak

Gardaanimalia.com - Seekor burung elang langka ditemukan tergeletak dalam kondisi lemas di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada Jumat (2/9) lalu.
Satwa dilindungi tersebut diduga kuat terjatuh karena ditembak. Temuan itu langsung dilaporkan warga Kecamatan Wonosari ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.
Kepala BKSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi mengatakan, pihaknya langsung menangani laporan tersebut melalui kader konservasi yang berada dekat lokasi kejadian.
"Kasus elang kemarin karena BKSDA sedang dalam perjalanan ke sana, itu langsung ditangani saudara Dwi Arinto, kader konservasi kita yang sudah dilatih," jelasnya, Senin (5/9).
Ia menyebut, bahwa Arinto juga telah membantu dalam melakukan penanganan terhadap satwa langka yang ditemukan dalam keadaan sakit tersebut.
"Dia merespon juga, mereka punya komunitas Animal Rescue Gunungkidul, itu ada di 18 kecamatan yang ada di Gunungkidul," paparnya.
Sebelumnya, BKSDA disebut hanya melakukan penyelamatan satwa pada hari kerja saja. Hal itupun dibantah oleh Wahyudi. Ia menyebut, itu hanyalah kesalahpahaman.
"Kemarin itu cuma karena miskomunikasi personel yang akan menindaklanjuti, itu tidak begitu (hari kerja baru ditindaklanjuti)," ujarnya.
Pada intinya, kata Wahyudi, ketika laporan masuk pada Jumat (2/9) malam, keesokan paginya petugas langsung menuju tempat kejadian.
Bahkan sebelum itu, evakuasi satwa sudah dilakukan melalui kader konservasi BKSDA. "Tapi sebelumnya sudah dibantu duluan teman-teman Animal Rescue," ungkapnya.
Menurutnya, kerja sama dengan komunitas perlu dilakukan. Hal tersebut bertujuan mempercepat penanganan di lapangan, mengingat petugas BKSDA Yogyakarta yang terbatas.
"Laporan bukan cuma elang, banyak juga laporan lain. Tidak ada kita kerja di hari kerja saja, Sabtu Minggu kerja," tegas Wahyudi.
Peluru Bersarang di Sayap Elang
Setelah menginstruksikan dokter hewan BKSDA untuk melakukan penanganan medis, dia menjelaskan bagaimana kondisi satwa dilindungi itu.
"Dari hasil rontgen yang dilakukan terhadap elang, diketahui terdapat peluru yang bersarang di sayap kanannya," ungkap Wahyudi.
Proses operasi dilaksanakan di klinik Calico, Tajem, Maguwo. Saat ini, satwa dalam kondisi stabil dan direncanakan Selasa (6/9) akan dibawa ke SFF Bunder untuk perawatan lebih lanjut.
Ia mengemukakan, bahwa perawatan elang membutuhkan waktu cukup lama. Apabila satwa nantinya dapat kembali terbang, maka akan dilepasliarkan.
Tetapi, jika burung elang mengalami kecacatan dan tidak bisa terbang, maka akan dikandangkan dan dirawat di pusat rehabilitasi satwa.
Merespon soal penembakan elang, ia menduga elang keluar habitat dan tengah mencari makan. Perkiraannya, burung dilindungi itu memburu ternak warga.
"Kenapa elang itu keluar dari habitatnya, bisa jadi mungkin satwa buruannya itu sudah berkurang atau habis diburu manusia," ujarnya.
Artinya, lanjut Wahyudi, manusia sudah memotong rantai ekosistem yang ada. Sampai akhirnya, satwa memburu ternak warga, dan ditembak karena hal tersebut.
Tak lupa, ia mengapresiasi masyarakat karena telah melapor ke BKSDA Yogyakarta. Dirinya berharap, masyarakat berpartisipasi aktif dalam pelestarian satwa dilindungi.
"Terimakasih kepada pelapor, artinya yang bersangkutan peduli terhadap satwa dilindungi," tuturnya.
Namun, Wahyudi juga meminta agar ke depan informasi yang disampaikan lebih lengkap. Pasalnya, saat pelaporan elang, informasi soal burung itu tertembak tidak ada.
"Mungkin karena khawatir sekali, sehingga langsung menginginkan saat itu juga langsung dieksekusi, langsung dilakukan tindakan," tambahnya.
Burung elang jenis sikep-madu asia merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018.
Satwa yang memiliki nama ilmiah Pernis ptilorhynchus juga dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon
24/03/25
Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit
24/03/25
Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi
22/03/25
Harimau dalam Kondisi Cacat Masuk Kandang Jebak di Kabupaten Agam
12/03/25
Bayi Gajah yang Tersesat di Kebun Sawit Dievakuasi ke PLG Minas
11/03/25
Seekor Beruang Madu Terluka Akibat Jerat di Kawasan Konservasi Riau
11/03/25
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
