Sehat dan Liar, Dua Ular Sanca Diserahkan ke BKSDA

Gardaanimalia.com - Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran menyerahkan dua ekor ular sanca kembang kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku.
Penyerahan satwa liar tersebut dilangsungkan di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau dan Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Polisi Hutan (Polhut) BKSDA Maluku Seto mengatakan bahwa reptil bernama ilmiah Python reticulatus tersebut sudah diterima oleh pihaknya.
"Pusat Konservasi Satwa (PKS) Kepulauan Maluku telah menerima penyerahan satwa liar dari Dinas Pemadam Kebakaran dari penyelamatan ular sanca," jelasnya, Senin (30/10/2023).
Dia menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, ular itu masing-masing diketahui mempunyai panjang 3,5 meter dan 2,5 meter.
Adapun kondisinya, kata Seto, ular sanca kembang yang diserahkan tersebut dalam keadaan yang sangat liar dan sehat tanpa luka.
"Saat ini satwa tersebut sudah diamankan di kandang PKS," ungkapnya, dilansir dari Antara.
Lebih lanjut, Seto mengatakan bahwa setelah ini, satwa akan dibawa untuk dilepasliarkan di kawasan hutan yang aman dan jauh dari permukiman penduduk.
Tidak lupa, Ia juga mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan ular, lebih baik tidak dibunuh. Akan tetapi, satwa tersebut dapat diserahkan kepada pihak BKSDA.
"Kalau ada masyarakat menemukan atau menangkap ular, daripada dibunuh, mending diserahkan kepada kami," tuturnya.
Hal itu diungkapkannya karena satwa hasil serahan masyarakat itu nantinya akan dilepasliarkan di hutan yang berlokasi jauh dari aktivitas masyarakat atau permukiman.
Saat ini, ular sanca kembang (Python reticulatus) belum berstatus dilindungi di Indonesia. Namanya tidak terdaftar dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018.

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon
24/03/25
Ribuan Kupu-Kupu Awetan yang Hendak Diseludupkan ke Cina Akhirnya Dimusnahkan
26/02/25
Empat Ekor Kakatua dari Seram Gagal Dibawa menuju Pulau Ambon
20/02/25
Kakatua Jambul Kuning Hendak Diselundupkan, Lima Ekor Mati
23/10/24
Opsetan Tanduk Rusa Timor Diamankan dari Penumpang KM Dobonsolo
10/09/24
Nuri Maluku Ditemukan Terikat di Dinding KM Cantika 77B
16/07/24
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
