Kenali Ciri Burung Nuri yang Tidak Boleh Dipelihara dan Diperdagangkan
3 min read

Belum ada deskripsim Lorem ipsum dolor sit amet, corrupti tempore omnis esse rem.
Gardaanimalia.com - Nuri kepala hitam atau kasturi kepala hitam (Lorius lory) merupakan salah satu jenis burung paruh bengkok yang cukup sering dijumpai baik dalam perdagangan di media sosial maupun di pasar burung. Mungkin ada yang bertanya apakah burung nuri kepala hitam dilindungi? Jawabannya iya. Burung kasturi kepala hitam dilindungi oleh Peraturan Menteri LHK No. P106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.
Tidak sendiri, masih ada burung paruh bengkok lain yang juga masih sering diperdagangkan meski aturan tentang perlindungannya sudah jelas ditetapkan. Berikut adalah beberapa hewan langka jenis burung nuri yang dimaksud.
1. Nuri Bayan (Ecletus roratus)
Nuri bayan memiliki ukuran tubuh yang relatif sedang antara 35 sentimeter sampai 42 sentimeter dengan bobot 355-615 gram. Nuri bayan jantan dan betina memiliki warna tubuh yang berbeda. Pada burung jantan, tubuhnya didominasi warna hijau serta terdapat warna merah di bagian kedua sisi perut dekat sayapnya. Pada bagian sisi bawah sayap, kaki, dan ekor memiliki campuran warna biru, hitam, dan sedikit keabuan. Memiliki paruh berwarna jingga dan paruh bagian bawah hitam mengilap.
Sedangkan nuri bayan betina memiliki warna merah hampir di seluruh bagian tubuhnya. Namun, pada bagian punggung dan keseluruhan sayap berwarna merah kehitaman. Warna biru juga ditemukan pada tubuh nuri bayan betina tepatnya di area tengkuk, pangkal punggung, sisi ujung sayang dan perut. Paruhnya keseluruhan berwarna hitam.
Burung ini memiliki suara yang agak nyaring dan melengking disertai volume suara yang cukup tinggi. Kicauannya cenderung monoton dan agak parau. Makanan burung nuri bayan biasanya biji-bijian serta buah yang didapat dari hutan. Berung ini mencari makan secara berpasangan. Ketika memasuki waktu istirahat mereka akan berkelompok dalam jumlah besar di sarangnya.
Burung betina akan berkembang biak pada bulan Agustus sampai September. Biasanya jumlah telur yang dihasilkan antara dua hingga tiga butir telur dalam sekali musim kawin. Ketika sudah menetas, anaknya akan dirawat secara bergantian oleh burung betina dan jantan.
Nuri bayan menyukai habitat di dataran rendah sampai perbukitan dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan air laut. Di Indonesia, burung ini menghuni hutan di daerah Papua, Kepulauan Maluku, dan Pulau Sumba. Selain itu, nuri bayan juga dapat dijumpai di kawasan Australia, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. Status konservasi dari burung nuri bayan menurut IUCN adalah risiko rendah.
2. Nuri Coklat (Chalcopsitta duivenbodei)
Burung nuri coklat memiliki panjang tubuh sekitar 31 sentimeter dengan berat 200-230 gram. Seperti namanya, tubuh nuri coklat didominasi warna hitam bercampur kuning sehingga terlihat memiliki bulu berwarna coklat. Di bagian ujung kepala dan di dekat paruh bagian bawahnya berwarna kuning. Saat terbang, pada bagian sayap bawah akan tampak bulu yang juga berwarna kuning.
Suara kicauan nuri coklat parau sedikit berirama, mendesis, dan memekik mirip seperti suara nuri aru. Nuri coklat hidup berpasangan atau berada dalam kelompok kecil di hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis. Saat bertengger di dahan, nuri coklat sering terlihat bersama nuri dari spesies lain.
Baca juga: Endangered: Film tentang Perdagangan Ilegal Burung di Indonesia
Musim kawin pada nuri coklat terjadi pada bulan April dengan dua butir telur setiap masa kawin. Telur akan diletakkan pada sarang di batang pohon besar yang tinggi dan dierami selama 24-26 hari.
Persebaran nuri coklat berada di Pulau Papua bagian selatan dan ke barat sampai Teluk Triton dan Teluk Cendrawasih serta di temui di Kepulauan Aru. Memiliki status konservasi risiko rendah menurut IUCN.
3. Nuri Aru (Chalcopsitta scintillata)
Nuri aru memiliki panjang tubuh sekitar 32 sentimeter dengan berat 180-245 gram. Burung yang masih memiliki kekerabatan dengan nuri raja papua ini memiliki warna hijau dengan coretan kuning di tubuhnya. Kepalanya berwarna hitan dan ada warna merah di bagian mahkotanya. Terdapat variasi bentuk antar individu pada bagian paha dan ekor. Saat terbang terlihat sayap dalamnya berwarna merah dan hijau. Paruhnya berwarna hitam keseluruhan.
Suara kicauan mirip seperti nuri coklat yaitu parau berirama disertai suara desisan dan memekik baik saat terbang maupun saat bertengger. Makanannya di alam liar berupa nektar bunga dan buah besar ataupun kecil. Terkadang juga nuri aru memakan dedaunan.
Ketika berada di udara, nuri aru sering terlihat melakukan gerakan akrobat. Burung ini hidup di daerah sabana, tepi hutan, perkebunan kelapa, dan hutan mangrove dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan air laut.
Saat musim kawin tiba, nuri aru betina akan meletakkan 2 telurnya di lubang pohon yang tinggi tepatnya pada bulan Februari dan September dan di erami selama 24 hari.
Nuri aru dapat ditemui di kawasan selatan Pulau Papua, dari daerah Port Moresby ke barat sampai Teluk Triton dan Teluk Cendrawasih hingga dapat pula ditemukan di Kepulauan Aru. Burung ini termasuk dalam risiko rendah menurut daftar merah IUCN.
4. Nuri Kelam (Pseudeos fuscata)
Nuri kelam memiliki tubuh yang lebih kecil dibandingkan tiga nuri yang sebelumnya sudah dibahas. Panjang tubuh hanya sekitar 25 sentimeter dengan berat 140-190 gram. Warna burung ini merupakan campuran antara merah, kuning, dan jingga terang serta adanya warna hitam yang juga cukup mendominasi di beberapa bagian tubuhnya. Paruhnya berawarna jingga tua dan memiliki iris mata berwarna merah.
Burung ini memiliki dua fase warna. Pada nuri kelam remaja memiliki warna yang sedikit lebih kusam dan pada bagian punggung serta pantat berwarna kekuningan. Iris mata di usia remaja juga tidak memilki warna yang tegas, biasanya berwarna kuning keabu-abuan. Perbedaan penampilan luar juga dapat ditemui pada burung jantan dan betina. Burung jantan biasanya memiliki tubuh yang lebih panjang dan ramping dibandingkan betina yang tubuhnya pendek dan bulat. Burung betina warna tubuhnya juga lebih kusam dibandingkan jantan.
Kicauan dari nuri kelam terdengar seperti pekikan keras dan kasar. Makanan dari burung ini yaitu biji-bijian, nektar bunga, buah, dan kuncup daun.
Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis, hutan bakau subtropis atau tropis, dan hutan pegunungan lembab subtropis atau tropis. Burung ini hidup di Papua nugini dan Papua Barat serta pulau kecil di bagian barat Papua terutama di Salawati dan Yapen. Status konservasi yang disematkan pada Nuri kelam dari IUCN adalah risiko rendah.
Itulah beberapa nuri yang perdagangannya tidak kalah tinggi dari nuri kepala hitam. Jika menemukan burung-burung tersebut dijual secara ilegal, segera laporkan kepada pihak berwenang.
Tags :
nuri nuri kepala hitam nuri bayan nuri aru nuri kelam hewan langka
Writer:
Pos Terkait

Empat Satwa Langka Diduga Dibius sebelum Diselundupkan ke India
07/11/24
Operasi Gabungan Ungkap Perdagangan Satwa Dilindungi di Mimika
14/10/24
Operasi Gabungan Bekuk Pedagang Satwa Dilindungi di Minahasa
09/10/24
Penyelundupan 18 Nuri Kepala Hitam Digagalkan BKSDA Maluku
24/09/24
Patroli Dadakan Amankan 32 Satwa Dilindungi di Kaimana
01/09/24
Hendak Dikirim lewat Laut, 29 Burung Gagal Dijual ke Negeri Jiran
25/08/24Pos Terbaru

Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu
Berita
26/03/25
Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
Berita
26/03/25![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
Liputan Khusus
25/03/25![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
Liputan Khusus
25/03/25![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]
Liputan Khusus
25/03/25
Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi
Berita
25/03/25
Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon
Berita
24/03/25
Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit
Berita
24/03/25
FATWA: Komodo Malas Merantau!
Edukasi
24/03/25
Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika
Berita
22/03/25
Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi
Berita
22/03/25
Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik
Edukasi
21/03/25
Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti
Berita
20/03/25
FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera
Edukasi
19/03/25
Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga
Berita
18/03/25
Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres
Berita
18/03/25
FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'
Edukasi
17/03/25
BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun
Berita
17/03/25
Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi
Berita
17/03/25
Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
Berita
16/03/25Bacaan Populer
Baca berita terbaru seputar satwa liar di sini

1
Wajib Tahu! 13 Jenis Biawak Dilindungi di Indonesia
09/03/20
2
Pemilik Kura-kura Impor yang Ditangkap Tipidter Bareskrim Mabes Polri Dijerat UU Karantina Hewan
01/08/18
19716
3
Selundupkan Murai Batu ke Malaysia, Patrum Dihukum 3 Bulan Penjara dan Denda 100 juta
11/10/19
17129
4
5 Jenis Burung Takur Dilindungi di Indonesia yang Masih Diperdagangkan
15/04/21
16577
5
Sering Dianggap Sama, Inilah Perbedaan Rusa dan Kijang
03/08/21
15073
6
Kenali Jenis Otter yang Tidak Boleh Dipelihara di Indonesia
10/12/20
14909
7
Kejanggalan Penangkaran Harimau Benggala Milik Alshad Ahmad
14/01/20
14370
8
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P106 Tahun 2018
30/01/19
13807
9
Kenali 4 Jenis Ikan Belida yang Dilindungi
15/03/21
12806
10
Binturong, Musang Besar yang Menjadi Spesies Kunci Ekosistem
07/12/18
12286