Nyaris Dibawa ke Sulteng, Puluhan Paruh Bengkok Diamankan

Gardaanimalia.com - Sebuah kapal motor (KM) Aqua Star kedapatan membawa burung paruh bengkok dari Pulau Obi, Halmahera Selatan, hampir bertolak menuju Banggai, Sulawesi Tengah.
Penyelundupan 26 ekor burung nuri itu berhasil digagalkan oleh petugas Karantina Ternate Wilayah Kerja Sanana, saat kapal hendak berangkat pada Sabtu (21/10/2023).
Dalam perinciannya, satwa liar terdiri dari 16 ekor burung kasturi ternate (Lorius garrulus) dan 10 ekor nuri maluku (Eos bornea).
Penanggung Jawab Karantina Ternate Wilayah Kerja Sanana Arief mengatakan, satwa tersebut ditemukan ketika petugas melakukan pengawasan lalu lintas kapal.
"Puluhan burung ini kami temukan saat pengawasan kapal. Ketika kami mengecek dalam kapal terdengar suara kicauan burung sahut-sahutan," ungkapnya, Minggu (22/10/2023).
Saat ditelusuri pihaknya menemukan puluhan burung nuri. Namun, sang pemilik burung paruh bengkok itu tak ditemukan. "Terdapat burung nuri yang tidak diketahui siapa pemiliknya".
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018, kedua jenis burung nuri tersebut berstatus dilindungi oleh negara.
Burung Paruh Bengkok Diserahkan ke BKSDA
Usai diamankan, kasturi ternate dan nuri maluku tersebut langsung diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sanana.
Penyerahan satwa dilindungi tersebut bertujuan untuk pengamanan satwa yang kemudian dilakukan pemeriksaan oleh BKSDA selaku pihak berwenang.
Sementara, Kepala Karantina Ternate Tasrif menyampaikan, menjaga satwa dilindungi dari tindakan penyelundupan adalah salah satu tugas yang diemban oleh pihaknya.
Hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
"Karantina akan terus bersinergi bersama BKSDA sehingga dapat lebih optimal mencegah pengeluaran maupun pemasukan tumbuhan dan satwa liar atau langka secara ilegal," paparnya.

Petugas Gagalkan Penyelundupan Burung di Pelabuhan Laut Sorong
05/11/24
Sebanyak 6.514 Burung Gagal Diselundupkan ke Tangerang
17/10/24
Selamat dari Penyelundupan, Ribuan Burung Dilepasliarkan
02/10/24
PN Ambon Adili ABK Penjual Sembilan Ekor Satwa Dilindungi
12/09/24
Sebanyak 439 Burung dari Bengkulu Gagal Masuk Tanah Abang
12/09/24
Respons Laporan Warga, Ratusan Burung Diamankan BKSDA
04/09/24
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
